Jasindo Syariah: Melemahnya Investasi Sebabkan Kontraksi PDB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun

Jasindo Syariah: Melemahnya Investasi Sebabkan Kontraksi PDB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun

Asuransi Jasindo Syariah mengungkapkan bahwa penurunan kinerja investasi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan Produk Domestik Bruto (PDB).

(Bisnis.Com) 13/08/24 21:03 14371298

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Jasindo Syariah mengungkapkan bahwa penurunan kinerja investasi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor asuransi dan dana pensiun (dapen) terkontraksi sebesar 2,98% year-on-year (yoy) pada kuartal II/2024.

Sekretaris Perusahaan Jasindo Syariah, Wahyudi, menjelaskan bahwa industri asuransi dan dana pensiun sangat bergantung pada performa pasar keuangan. “Turunnya kinerja pasar saham dan obligasi menekan hasil investasi, yang pada akhirnya mengurangi pendapatan yang secara tradisional diandalkan untuk memenuhi kewajiban klaim dan manfaat pensiun,” ujarnya.

Selain itu, Wahyudi mencatat bahwa permintaan produk asuransi dan kontribusi dana pensiun saat ini sedang lesu akibat ketidakpastian global, inflasi, serta kenaikan suku bunga yang berdampak pada daya beli masyarakat. Kondisi ini turut menjadi penyebab kontraksi PDB di sektor asuransi dan dana pensiun.

Regulasi yang semakin ketat juga dianggap sebagai faktor yang memberi tekanan pada industri. Wahyudi menyebut, meskipun regulasi tersebut bertujuan melindungi konsumen, peningkatan kompleksitas dan biaya operasional yang diakibatkan regulasi ini sulit dialihkan sepenuhnya kepada konsumen tanpa mengorbankan daya saing perusahaan.

“Perusahaan asuransi masih menghadapi tingkat klaim yang tinggi, terutama di sektor asuransi kesehatan dan jiwa, yang terus menggerus margin keuntungan,” tambah Wahyudi, sembari menyoroti bahwa industri masih merasakan dampak pandemi COVID-19.

Wahyudi juga menyinggung tentang rendahnya penetrasi pasar asuransi di Indonesia, meskipun potensinya besar. Ia mencatat bahwa produk asuransi tradisional menghadapi persaingan ketat dari produk keuangan yang lebih modern seperti unit-link dan investasi langsung. Perusahaan asuransi saat ini berupaya melakukan efisiensi dengan memanfaatkan teknologi dan memperluas penetrasi pasar.

“Meskipun digitalisasi sedang berlangsung, banyak perusahaan asuransi masih dalam tahap awal adaptasi, menghadapi tantangan untuk sepenuhnya memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Untuk mengatasi kontraksi ini, Wahyudi menyarankan beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh industri asuransi dan dana pensiun, seperti inovasi dan diversifikasi produk, digitalisasi proses bisnis, dan efisiensi operasional. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan fintech atau platform digital lainnya untuk memperluas jangkauan pasar, serta peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asuransi.

“Penerapan manajemen risiko yang lebih canggih dan berbasis data juga diperlukan agar perusahaan dapat menyesuaikan harga premi dengan lebih akurat dan merespons dinamika pasar dengan cepat,” tutup Wahyudi.

#jasindo #jasindo-syariah

https://finansial.bisnis.com/read/20240813/215/1790597/jasindo-syariah-melemahnya-investasi-sebabkan-kontraksi-pdb-sektor-asuransi-dan-dana-pensiun