Harga Minyak Turun hingga 2%, Ada apa?

Harga Minyak Turun hingga 2%, Ada apa?

Harga minyak turun hingga 2% pada Selasa (13/8/2024), Ada apa? - Halaman all

(InvestorID) 14/08/24 05:41 14391042

HOUSTON, investor.id — Harga minyak turun hingga 2% pada Selasa (13/8/2024). Hal itu karena meredanya kekhawatiran traders tentang kemungkinan terjadinya perang yang lebih luas di Timur Tengah. Kekhawatiran ini mereda setelah Iran belum melakukan tindakan balasan terhadap Israel terkait pembunuhan pejabat Hamas di Teheran.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berakhir turun US$ 1,61 (1,96%) menjadi US$ 80,69 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) ditutup turun US$ 1,71 (2,14%) menjadi US$ 78,35 per barel.

Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, mengatakan, pasar sebelumnya memperkirakan serangan segera oleh Iran terhadap Israel dalam waktu 24 hingga 48 jam. "Itu tidak terjadi. Pasar kini mengurangi premi risiko tersebut dari harga minyak,” tulis Flynn.

Badan Energi Internasional (IEA) mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2024 yang tidak berubah, tetapi memangkas perkiraan untuk 2025, mengingat dampak konsumsi China yang lesu terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pada Senin (12/8/2024), harga Brent meningkat lebih dari 3%, ditutup pada US$ 82,30 per barel setelah mencapai harga penutupan terendah dalam tujuh bulan, yaitu US$ 76,30 pada minggu sebelumnya. Pada hari yang sama, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengurangi proyeksi permintaan untuk 2024 meskipun kelompok tersebut dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, berencana untuk meningkatkan produksi mulai Oktober.

Meskipun ketegangan di Timur Tengah dapat membahayakan pasokan minyak dari wilayah penghasil utama, kemungkinan perang yang lebih luas tampaknya semakin kecil setelah Iran mengusulkan pembicaraan gencatan senjata yang diperbarui dengan Hamas untuk mencegah tindakan balasan.

"Kami melihat pengurangan premi risiko geopolitik," ungkap Presiden Ritterbusch Associates Jim Ritterbusch.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby pada Senin mengatakan, pemerintah AS telah mempersiapkan kemungkinan serangan signifikan oleh Iran atau proksinya di kawasan tersebut dalam waktu dekat. Pasar juga menantikan laporan indeks harga konsumen (CPI) AS pada Rabu (14/8/2024) yang akan memberikan gambaran penting tentang inflasi.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #perang-di-timur-tengah #pasokan-minyak #ketegangan-di-timur-tengah #opec #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/370073/harga-minyak-turun-hingga-2-ada-apa