Emiten FCA Ini Rugi dan Tak Punya Pengendali, Tapi Sahamnya Laku
Saham emiten ini harganya Rp 5 dan laku diperdagangkan. - Halaman all
(InvestorID) 14/08/24 12:51 14422935
JAKARTA, investor.id - Saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) melesat 25% ke Rp 5 per jeda siang perdagangan 14 Agustus 2024.
Saham ini tercatat di papan pemantauan khusus dengan mekanisme full call auction (FCA). Meski ditransaksikan dengan mekanisme FCA, saham TAXI cukup aktif dan laris diperdagangkan. Terpantau frekuensi perdagangan saham TAXI sampai 2.734 kali.
Adapun jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 7,65 juta saham dengan nilai transaksi Rp 31,29 juta.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham TAXI per 31 Juli 2024, tak tercatat ada pengendali dari TAXI. Adapun 99,99% saham TAXI dipegang masyarakat nonwarkat, sedangkan 0,01% saham digenggam masyarakat dengan warkat. Artinya dipegang publik 100%.
Jumlah pemegang sahamnya per akhir Juli sebanyak 9.963 pihak. Bertambah 459 pihak dari total 9.504 pemegang saham per akhir Juni.
Dijelaskan dalam laporan tahunan 2023 TAXI bahwa sejak tanggal 22 Mei 2019, perseroan tidak lagi memiliki pemegang saham utama dan pemegang saham pengendali. Mengacu pada komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2023, di mana tidak terdapat kepemilikan saham yang mencapai lebih dari 50% sesuai pengertian tentang pemegang saham pengendali.
Sebelumnya, PT Rajawali Corpora telah menjual seluruh sahamnya di PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI). Di mana terakhir, Rajawali Corpora menjual 1.094.310.000 saham TAXI atau 10,7% di Rp 3,90 per saham pada 10 dan 12 Januari 2023. Sehingga nilai penjualan saham semuanya adalah Rp 4,26 miliar.
Rajawali Corpora sendiri adalah milik pengusaha Peter Sondakh. Namun demikian, tak disebutkan siapa pembeli saham TAXI milik Rajawali Corpora saat itu.
Express Transindo Utama (TAXI) tercatat masih membukukan rugi bersih Rp 1,74 miliar sepanjang semester I -2024. Memang menurun dibandingkan rugi bersih semester I-2023 di Rp 2,04 miliar.
Di sisi lain pendapatan TAXI lebih kecil jadi Rp 2,12 miliar di enam bulan pertama tahun ini. Dibandingkan Rp 2,56 miliar pada paruh pertama tahun lalu.
Beban pokok pendapatan TAXI lebih besar dari pendapatan, yakni angkanya Rp 3,45 miliar di semester I-2024. Pada semester I-2023, beban pokok pendapatan TAXI Rp 3,98 miliar.
Masa Jaya
PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa transportasi darat didirikan pada 11 Juni 1981. Brand yang terkenalnya adalah taksi Express. Pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada tanggal 2 November 2012 melalui penawaran umum perdana saham dan melepas 1,05 miliar lembar saham kepada masyarakat, setara dengan 48,9975% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Saat itu, PT Rajawali Corpora merupakan pemegang saham mayoritas dengan penguasaan saham sebesar 51,0025% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat itu.
Salah satu perjalanan sukses perseroan adalah menjalankan model bisnis dengan skema kemitraan yang memberikan manfaat kepemilikan unit kendaraan taksi bagi mitra pengemudi.
Saat ini, sebagaimana tertera dalam laporan tahunan 2023, perseroan dan entitas anak menyediakan layanan transportasi yaitu bus pariwisata.
Saat masa jayanya, sebagamana disebutkan dalam situs web perseroan, perseroan mengoperasikan lebih dari 8.000 taksi. Per 31 Desember 2023, perseroan sudah tak memiliki armada taksi reguler. Namun terdapat 10 armada bus dengan merek Eagle High.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #fca #full-call-auction #express-transindo-utama #saham-taxi #papan-pemantauan-khusus #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/370118/emiten-fca-ini-rugi-dan-tak-punya-pengendali-tapi-sahamnya-laku