Kemampuan Bank Mencetak Laba Bersih Mengalami Pelemahan

Kemampuan Bank Mencetak Laba Bersih Mengalami Pelemahan

Semester pertama tahun 2024, kemampuan bank dalam mencetak laba bersih mengalami pelemahan yang signifikan

(Kontan-Uang) 14/08/24 21:37 14424389

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semester pertama tahun 2024, kemampuan bank dalam mencetak laba bersih mengalami pelemahan yang signifikan, terlihat dari penurunan tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA).

Menurut data yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terjadi penurunan ROA bank umum dari 2,69% menjadi 2,56% secara tahunan (YoY) per Mei 2024. Penurunan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi sektor perbankan dalam menjaga profitabilitas di tengah dinamika ekonomi dan perubahan suku bunga.

Penurunan ROA di Berbagai Kelompok Modal Inti

Berdasarkan kelompok modal inti, terdapat perbedaan signifikan dalam kinerja ROA di antara bank-bank yang dikategorikan dalam Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI):

  • KBMI 1: ROA turun dari 1,40% menjadi 0,50%.
  • KBMI 2: ROA meningkat dari 1,83% menjadi 2,07%.
  • KBMI 3: ROA turun dari 1,94% menjadi 1,74%.
  • KBMI 4: ROA menurun dari 3,61% menjadi 3,56%.

Faktor Penyebab Penurunan ROA

Menurut Amin Nurdin, Senior Faculty di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), penurunan ROA disebabkan oleh penurunan margin keuntungan dan kualitas aset.

Trioksa menambahkan bahwa kualitas aset produktif menurun, serta profitabilitas industri secara umum mengalami penurunan moderat. Dengan kondisi ini, diperkirakan tidak akan banyak perubahan signifikan hingga akhir tahun.

Para bankir juga mengakui bahwa penurunan ROA dipengaruhi oleh meningkatnya beban biaya di tengah tren kenaikan suku bunga. Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (BTN), menjelaskan bahwa ROA BTN turun dari 0,9% menjadi 0,8% akibat tekanan pada net interest margin (NIM), terutama karena kenaikan biaya dana.

Upaya Perbaikan dan Strategi Ke Depan

BTN berupaya menurunkan cost of fund melalui berbagai inisiatif digital banking dan meningkatkan bisnis di area consumer funding. Targetnya adalah menurunkan cost of fund menjadi 3,8% pada akhir tahun. BTN juga berupaya menjaga ROA tetap di bawah 1,0%.

Pada semester I-2024, BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun, meningkat sebesar 1,9% dibandingkan tahun lalu.

PT Bank Mandiri juga mengalami penurunan ROA dari 3,72% menjadi 3,58%. Namun, Teuku Ali Usman, Corporate Secretary Bank Mandiri, menyatakan bahwa pencapaian ini masih lebih baik daripada ROA industri perbankan yang sebesar 2,66%.

Bank Mandiri akan terus meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi dan fokus pada pertumbuhan biaya dana dengan mendorong kenaikan CASA (current account and saving account) serta optimalisasi portfolio untuk menjaga profitabilitas.

Bank BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mencatatkan penurunan ROA dari 1,1% menjadi 0,8%. Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi, mengindikasikan bahwa penurunan ini disebabkan oleh tingginya biaya dana yang tidak diimbangi dengan peningkatan suku bunga kredit.

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk berhasil menjaga ROA stabil di level 2,6% dengan selektif dalam pertumbuhan aset dan fokus pada segmen yang menguntungkan. CIMB Niaga mencatatkan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp 4,4 triliun, meningkat 5,8% yoy.


#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a

https://keuangan.kontan.co.id/news/kemampuan-bank-mencetak-laba-bersih-mengalami-pelemahan