Impor Indonesia Melesat 17,8 Persen, Paling Banyak dari China Halaman all

Impor Indonesia Melesat 17,8 Persen, Paling Banyak dari China Halaman all

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia tumbuh signifikan pada Juli 2024. Halaman all

(Kompas.com) 15/08/24 13:18 14451090

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia tumbuh signifikan pada Juli 2024. Komoditas yang masuk ke Tanah Air utamanya masih berasal dari China.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai impor Indonesia mencapai 21,74 miliar dollar AS pada Juli lalu. Nilai ini melesat 17,82 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar 18,45 miliar dollar AS.

Kenaikan nilai impor terjadi pada komoditas minyak dan gas (migas) maupun non migas. Tercatat nilai impor migas tumbuh 8,78 persen secara bulanan (month to month/mtm) ke 3,56 miliar dollar AS dan nilai impor non migas tumbuh 19,76 persen menjadi 18,18 miliar dollar AS.

SHUTTERSTOCK/AUN PHOTOGRAPHER Ilustrasi impor.

"Meningkatnya nilai impor secara bulanan disebabkan peningkatan nilai impor non migas dengna andil peningkatan sebesar 16,26 persen, sementara itu andil impor migas sebesar 1,56 persen," tutur Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (15/8/2024).

Dilihat berdasarkan penggunaannya, seluruh kelompok komoditas impor mengalami kenaikan signifikan, mulai dari kelompok komoditas barang konsumsi yang tumbuh 16,79 persen ke 2,07 miliar dollar AS, kelompok bahan baku penolong tumbuh 17,21 persen ke 16,03 miliar dollar AS, serta barang modal, melesat 21,21 persen ke 3,64 miliar dollar AS.

Jika dilihat lebih rinci lagi, kenaikan nilai impor terjadi pada 3 komoditas impor utama ke Tanah Air.

Amalia menyebutkan, impor mesin atau peralatan mekanis tumbuh 21,25 persen menjadi 3,17 miliar dollar AS, mesin atau perlengkapan elektrik naik 18,38 persen ke 2,36 miliar dollar AS, serta plastik dan barang dari plastik tumbuh 19,35 persen menjadi 1 miliar miliar dollar AS.

Impor komoditas non migas Indonesia utamanya berasal dari China. BPS mencatat, nilai impor dari Negeri Tirai Bambu mencapai 6,53 miliar dollar AS, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 5,54 miliar dollar AS.

"Pada Juli 2024 Tiongkok masih menjadi negara utama asal impor non migas utama Indonesia dan kontribusinya mencapai 35,91 persen terhadap total impor non migas," ujar Amalia.

Mengekor China adalah Jepang, dengan nilai impor sebesar 1,41 miliar dollar AS atau setara 7,75 persen total impor non migas RI.

Lalu di posisi ketiga negara asal impor terbesar RI ialah Australia, dengan nilai sebesar 1,07 miliar dollar AS, atau setara 5,87 persen total impor non migas RI.

#bps #impor #impor-migas #nilai-impor #impor-indonesia

https://money.kompas.com/read/2024/08/15/131800626/impor-indonesia-melesat-17-8-persen-paling-banyak-dari-china?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner