Dampak Krisis Moneter 1998: Sisi Ekonomi, Sosial, hingga Politik
Berikut dampak krisis moneter 1998 mulai dari dampak secara ekonomi, sosial, hingga politik. Halaman all
(Kompas.com) 16/08/24 10:04 14481569
KOMPAS.com - Ada banyak sekali dampak krisis moneter 1998. Krisis ekonomi 1998 di Indonesia adalah salah satu krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modern negara ini.
Krisis ini tidak hanya menghancurkan ekonomi Indonesia, tetapi juga mengakibatkan perubahan besar dalam tatanan politik dan sosial.
Krisis ekonomi 1998 merupakan bagian dari krisis finansial Asia yang dimulai pada pertengahan 1997 di Thailand dan dengan cepat menyebar ke negara-negara lain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Krisis ini dipicu oleh kombinasi dari utang luar negeri yang tinggi, kebijakan ekonomi yang lemah pemerintah Indonesia, lemahnya perbankan, dan spekulasi mata uang. Bagaimana kronologi krisis moneter 1998?
Dampak krisis moneter 1998
Krisis moneter 1998 di Indonesia memiliki dampak yang luas dan mendalam, mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga politik. Berikut adalah beberapa dampak utama dari krisis tersebut:
Dampak ekonomi
- Devaluasi rupiah: Dampak krisis moneter 1998 paling terasa kala itu adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok dari sekitar 2.600 rupiah per dolar pada awal 1997 menjadi lebih dari 17.000 rupiah per dolar pada puncak krisis. Depresiasi ini mengakibatkan peningkatan tajam dalam harga barang-barang impor dan bahan baku, yang sebagian besar dibutuhkan oleh industri dalam negeri.
- Inflasi tinggi: Inflasi melonjak hingga lebih dari 70 persen pada tahun 1998, mengakibatkan harga barang-barang kebutuhan pokok, seperti makanan dan bahan bakar, meningkat drastis. Hal ini memperburuk kondisi ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.
- Pengangguran dan kemiskinan: Dampak krisis moneter 1998 menyebabkan banyak perusahaan bangkrut atau mengurangi operasinya, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Tingkat pengangguran meningkat tajam, dan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan melonjak secara signifikan.
- Kebangkrutan perusahaan: Banyak perusahaan, terutama yang memiliki utang dalam mata uang asing, tidak mampu membayar utang mereka karena depresiasi rupiah, yang mengakibatkan gelombang kebangkrutan.
- Sektor perbankan: Dampak krisis moneter 1998 adalah perbankan mengalami krisis likuiditas, dengan banyak bank yang ditutup atau diambil alih oleh pemerintah.
- Penurunan pertumbuhan ekonomi: Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semula kuat mengalami kontraksi tajam. Pada tahun 1998, PDB Indonesia mengalami kontraksi sebesar 13,1 persen, yang merupakan penurunan terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Dampak Sosial
- Penurunan kualitas hidup: Inflasi tinggi dan pengangguran menyebabkan penurunan daya beli masyarakat. Banyak keluarga terpaksa mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan dasar, seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan, yang menyebabkan penurunan kualitas hidup.
- Kerusuhan sosial: Dampak krisis moneter 1998 salah satunya memicu ketidakpuasan luas di masyarakat, yang berujung pada kerusuhan sosial, termasuk kerusuhan Mei 1998 di Jakarta dan kota-kota lainnya. Kerusuhan ini disertai dengan aksi penjarahan, pembakaran, dan kekerasan yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan properti.
- Migrasi dan pengungsi ekonomi: Karena sulitnya kondisi ekonomi di perkotaan, banyak orang bermigrasi ke pedesaan atau daerah lain dalam upaya mencari kehidupan yang lebih baik. Beberapa kelompok minoritas juga menjadi korban kekerasan dan penganiayaan, yang memaksa mereka untuk mengungsi ke luar negeri.
Dampak Politik
- Kejatuhan Soeharto: Krisis moneter 1998 memicu ketidakpuasan besar terhadap pemerintahan Soeharto, yang dianggap tidak mampu menangani krisis. Setelah tekanan dari berbagai kalangan, termasuk demonstrasi mahasiswa dan desakan internasional, Soeharto akhirnya mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, mengakhiri 32 tahun kekuasaan Orde Baru.
- Era reformasi: Pengunduran diri Soeharto menandai dimulainya era Reformasi, dengan berbagai perubahan politik besar-besaran, termasuk reformasi konstitusi, desentralisasi kekuasaan, dan pemilihan umum yang lebih demokratis. Reformasi ini membuka jalan bagi penguatan lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia.
- Reformasi di sektor ekonomi: Krisis memaksa Indonesia untuk melakukan reformasi besar di sektor ekonomi, termasuk restrukturisasi perbankan, penghapusan monopoli, dan liberalisasi pasar. Pemerintah juga memperkuat kerangka regulasi dan pengawasan keuangan untuk mencegah terulangnya krisis serupa di masa depan.
Muhammad Idris/Money.kompas.com Dampak krisis moneter 1998 paling ekstrem adalah anjloknya nilai tukar rupiah.Dampak Internasional
- Hubungan dengan IMF dan lembaga keuangan nternasional: Indonesia menerima bantuan dari IMF dan lembaga internasional lainnya sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi. Ini disertai dengan syarat-syarat yang ketat, termasuk penghematan fiskal, privatisasi, dan reformasi struktural yang berpengaruh pada kebijakan ekonomi domestik.
- Perubahan persepsi investor asing: Dampak krisis moneter 1998 yaitu turunnya kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Meskipun ada pemulihan ekonomi setelah krisis, diperlukan waktu yang cukup lama bagi Indonesia untuk memulihkan citra sebagai tempat yang aman dan stabil untuk investasi.
Krisis moneter 1998 di Indonesia tidak hanya menghancurkan ekonomi negara dalam jangka pendek, tetapi juga memicu perubahan sosial dan politik yang mendalam.
Sejumlah dampak krisis moneter 1998 masih terasa hingga kini, terutama dalam pembentukan kebijakan ekonomi dan politik Indonesia pasca-Reformasi. Krisis ini juga menjadi pelajaran penting tentang pentingnya stabilitas makroekonomi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan kesiapsiagaan menghadapi guncangan eksternal.