Wall Street Melejit Seiring Meredanya Kekhawatiran Resesi AS
Wall Street melejit pada Kamis (15/8/2024). Setelah data konsumen dan tenaga kerja AS meredakan kekhawatiran resesi - Halaman all
(InvestorID) 16/08/24 04:46 14503168
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street melejit pada Kamis (15/8/2024). Di saat investor kembali percaya diri terhadap ekonomi setelah data konsumen dan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menggembirakan meredakan kekhawatiran akan resesi.
Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average melonjak 554 poin (1,39%) ditutup di 40.563,06. S&P 500 ditutup melesat 1,61% menjadi 5.543,22, mencatat kenaikan enam hari berturut-turut. Indeks pasar yang lebih luas ini telah meningkat sekitar 8% dari titik terendah intraday pada 5 Agustus lalu. Sedangkan Nasdaq Composite melejit 2,34% menjadi 17.594,50.
Penjualan ritel meningkat 1% pada Juli, jauh melampaui perkiraan Dow Jones yang hanya memprediksi kenaikan 0,3%. Selain itu, klaim pengangguran mingguan juga turun pada minggu ini. Data ini memberikan dorongan bagi investor dan pasar secara umum yang berusaha bangkit kembali dari penurunan tajam di bulan Agustus yang terkait dengan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi setelah laporan pekerjaan bulan Juli yang mengecewakan pada 2 Agustus.
Setelah kenaikan lebih dari 3% sepanjang minggu ini, S&P 500 kini berada sekitar 2% di bawah rekor tertingginya. Ketiga indeks utama AS diperdagangkan di atas level penutupan 2 Agustus, yang merupakan sesi sebelum pasar saham global anjlok pada 5 Agustus. Kala itu, sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran investor tentang perlambatan ekonomi dan pembalikan perdagangan mata uang dari hedge fund populer.
Stephanie Roth, kepala ekonom Wolfe Research, mengatakan, data penjualan ritel dan klaim pengangguran yang solid pada Kamis (15/8/2024) mengingatkan bahwa ekonomi AS tidak sedang menuju kehancuran. "Ya, momentum ekonomi telah melambat, tetapi kita tampaknya tidak akan segera memasuki resesi," kata Roth.
Data inflasi yang menggembirakan minggu ini sebagian besar telah menghilangkan kekhawatiran akan resesi di kalangan investor, dan menyebabkan pemulihan saham setelah tekanan jual yang tajam minggu lalu.
Walmart Melonjak
Saham komponen Dow Jones, Walmart, menambah momentum dengan meningkatkan prospeknya dan melaporkan pendapatan yang melampaui perkiraan analis, sehingga sahamnya melonjak 7%.
Sedangkan, saham Cisco Systems melonjak 7% setelah mengumumkan pendapatan dan pendapatan kuartal keempat fiskal yang mengalahkan ekspektasi serta pengurangan tenaga kerja global.
Saham naik pada Rabu (14/8/2024), setelah indeks harga konsumen mencerminkan tingkat inflasi tahunan yang melambat menjadi 2,9%, yang merupakan tingkat terendah sejak 2021.
Data tersebut, bersama dengan ukuran kunci inflasi grosir yang dirilis Selasa (13/8/2024) yang naik kurang dari yang diharapkan, telah meyakinkan investor bahwa soft landing ekonomi kembali terjadi dan The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga pada pertemuan bank sentral pada September mendatang.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #nasdaq #s-p-500 #resesi-as #data-inflasi-as #data-ekonomi-as #saham-walmart #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/370332/wall-street-melejit-seiring-meredanya-kekhawatiran-resesi-as