Ada Saham Melambung 764%, Tiba-tiba Muncul Keputusan Ini
Saham ini melesat 764% dalam periode tahun berjalan. - Halaman all
(InvestorID) 21/08/24 08:14 14519391
JAKARTA, investor.id - Saham PT Green Power Group Tbk (LABA) ditutup meningkat 12,50% ke Rp 432 per akhir perdagangan 21 Agustus 2024 kemarin.
Sebanyak 147,43 juta saham ditransaksikan, frekuensi 20.135 kali, dan nilai transaksi Rp 65,28 miliar.
Dalam tiga bulan terakhir saham LABA telah melambung 140%. Dan dalam periode year to date (ytd) alias tahun berjalan saham ini terbang 764%.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara alias suspensi terhadap saham LABA untuk perdagangan 21 Agustus 2024.
BEI menekankan telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Green Power Group Tbk (LABA), sehingga dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, dilakukan suspensi.
“Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Green Power Group Tbk (LABA) pada perdagangan tanggal 21 Agustus 2024,” jelas pengumuman BEI.
BEI menambahkan penghentian sementara perdagangan saham Green Power Group dengan kode LABA tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai.
PT Green Power Group Tbk (LABA) sempat mengungkap rencana strategis ke depan usai direksi dan komisaris perseroan melakukan rapat gabungan pada 7 Agustus 2024.
Sebagaimana diketahui Green Power Group (LABA) sebelumnya bernama PT Ladangbaja Murni Tbk. Perubahan nama seiring telah resmi masuknya pengendali baru LABA, yakni PT Nev Stored Energy (NSE). Kini LABA masuk bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sebelumnya LABA merupakan distributor produk baja dan turunan baja dengan peruntukkan mould (cetakan).
Direktur Utama LABA William Ong menjelaskan, perseroan mengungkapkan rencana strategis ke depan berdasarkan hasil rapat gabungan.
Ia menyebutkan, perseroan akan menyesuaikan ruang lingkup bisnis melalui penambahan tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.
“Ke depannya perseroan akan menjalankan kegiatan usaha produksi baterai litium, manajemen aset baterai (penyewaan baterai), pembangunan jaringan stasiun penukaran baterai, investasi dan pengoperasian stasiun tenaga surya,” papar William Ong dalam keterangan resmi baru-baru ini.
Saat ini, lanjutnya, perseroan sudah memiliki dua anak perusahaan yaitu PT Green Power Battery (GPB) dan PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT). Selanjutnya perseroan berencana untuk mendirikan 3 anak perusahaan lainnya untuk mengakomodasi rencana ekspansi bisnis ke depan yang telah diungkapkan.
“Anak perusahaan tersebut nantinya akan ditargetkan untuk menjalankan bisnis penukaran baterai, dan pengoperasian stasiun tenaga surya fotovoltaic,” imbuh William Ong.
Ia menyampaikan, perseroan dalam beberapa waktu ke depan akan menjajaki kerja sama dengan salah satu produsen motor listrik merek ECGO, untuk mensuplai baterai, rantai pasokan perlengkapan lainnya, dengan tunduk pada keputusan komite investasi.
Selain itu, rapat menyetujui program insentif ekuitas, berdasarkan pencapaian target kinerja, yang akan dibeli atau dihadiahkan oleh para pemegang saham utama. Juga menyetujui untuk meningkatkan program penerbitan saham, opsi yang sesuai, semuanya sesuai dengan batasan, yang dilaksanakan pada waktunya.
Ajukan Pinjaman
William Ong menambahkan, rapat menyetujui untuk mengajukan pinjaman modal proyek dari bank ICBC dan BCA. Mengajukan pinjaman hipotek tanah (properti) sebesar Rp 20 miliar dari BCA, mengajukan pinjaman jaminan ekuitas pemegang saham utama sebesar Rp 50 milliar dari Bank ICBC, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan ICBC untuk pembiayaan anjak piutang proyek.
Selanjutnya, perseroan berencana untuk melakukan investasi berupa tanah dan bangunan untuk recana ekspansi bisnis tersebut. Adapun detail pembelian tanah, ditargetkan seluas sekitar 40 hektare dan skema pembayaran akan diinformasikan lebih lanjut.
Kemudian menyetujui struktur organisasi perusahaan dan pengangkatan manajemen senior. Menunjuk Hu Xinzheng dan Wang Ke sebagai wakil manajer umum perusahaan. Di mana Hu Xinzheng bertanggung jawab atas keuangan, investasi dan pembiayaan, sekuritas. Sedangkan Wang Ke bertanggung jawab atas usaha patungan dan pabrik.
“Rapat menyimpulkan perlu merekrut manajer proyek pembangkit listrik fotovoltaik (penyimpanan energi), perekrutan personel yang terlibat dalam publisitas dan pelaporan perusahaan, pemeliharaan situs web, melacak platform komunikasi investor, untuk meningkatkan perhatian,” papar William Ong.
Ia melanjutkan, komite keputusan investasi dibentuk dengan 7 anggota.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #green-power-group #saham-laba #ladangbaja-murni #suspensi-saham #bei #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/370858/ada-saham-melambung-764-tibatiba-muncul-keputusan-ini