Saham Astra (ASII) Lagi Mendaki, Kok Bisa?

Saham Astra (ASII) Lagi Mendaki, Kok Bisa?

Saham Astra (ASII) lagi mencatatkan capaian positif akhir-akhir ini. - Halaman all

(InvestorID) 21/08/24 07:58 14519791

JAKARTA, investor.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) kembali menguat 1,99% ke Rp 5.125 pada perdagangan 20 Agustus 2024 kemarin. Sebanyak 94,49 juta saham ditransaksikan, frekuensi 15.482 kali, dan nilai transaksi Rp 483,19 miliar.

Saham Astra juga sempat menyentuh Rp 5.150 pada perdagangan kemarin, yang merupakan level tertingginya dalam tiga bulan terakhir.

Saham Astra dengan kode ASII melanjutkan capaian positif pada perdagangan 14, 16, dan 19 Agustus yang selalu ditutup menghijau masing-masing +2,73%, +1,64%, dan +1,11%. Dalam sepekan terakhir saham ini naik 4,81%, dan dalam satu bulan terakhir melonjak 13,13%.

Adapun pada Juli 2024, penjualan mobil secara grosir (wholesale) sebanyak 74.160 unit atau tumbuh 1,7% mom, namun turun 7,9% yoy. Itu menunjukkan peningkatan bertahap dibandingkan awal tahun 2024.

Secara kumulatif, total penjualan mobil secara grosir selama Januari-Juli 2024 mencapai 482.172 unit, terpangkas 17,5% yoy. Toyota dan Daihatsu memimpin penjualan dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 36,6% dan 18,8%.

“Walaupun pertumbuhan bulanan (mom) lebih lemah dari perkiraan, pembalikan tren terus berlanjut dengan target penjualan 852.000 unit pada tahun ini,” jelas analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam risetnya.

Di segmen heavy equipment, mining, construction, & energy (HEMCE), pendapatan bersih United Tractors (UNTR), anak usaha ASII, turun 6% yoy menjadi Rp 64,5 triliun pada semester I-2024. Laba bersih turun 15% menjadi Rp 9,5 triliun, seiring pelemahan kinerja di segmen mesin konstruksi dan pertambangan batu bara.

Rekomendasi dan Potensi Cuan Saham ASII 

Pada semester II tahun ini, kinerja ASII diperkirakan bakal lebih baik yang didorong oleh Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, penjualan akhir tahun, dan hari libur yang lebih sedikit.

“Segmen HEMCE kemungkinan melampaui perkiraan, meskipun kinerjanya buruk (yoy). Sementara, agribisnis masih lemah. Sedangkan segmen yang kecil diprediksi tumbuh, namun dampaknya dapat diabaikan. Proyeksi yang direvisi sedikit menurunkan laba operasional dan laba bersih ASII karena penyesuaian biaya,” sebut Christopher.

Karena itu, Mirae mempertahankan rekomendasi buy saham ASII. Target harga saham ASII ditetapkan sebesar Rp 6.050. 

“Perkiraan untuk tahun ini tetap selaras dengan proyeksi, penilaian ASII menggunakan SOTP untuk otomotif, HEMCE, agribisnis, dan lainnya. Sedangkan jasa keuangan dinilai menggunakan GGM dengan kelipatan P/BV. Risikonya jika penjualan mobil dan sepeda motor yang lebih rendah dari perkiraan,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #astra-international #saham-astra #saham-asii #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/370856/saham-astra-asii-lagi-mendaki-kok-bisa