Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah, Terungkap Biang Keroknya

Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah, Terungkap Biang Keroknya

Harga minyak jatuh ke level terendah dalam dua minggu pada Selasa (20/8/2024). Terungkap biang keroknya, apa saja? - Halaman all

(InvestorID) 21/08/24 04:20 14520414

NEW YORK, investor.id - Harga minyak jatuh ke level terendah dalam dua minggu pada Selasa (20/8/2024). Hal ini karena kekhawatiran pasokan di Timur Tengah mereda setelah Israel menerima usulan untuk mengatasi perselisihan yang selama ini menghambat kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Ditambah lagi, lemahnya data ekonomi dari China sehingga menekan permintaan bahan bakar.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober jatuh 46 sen (0,6%) menjadi US$ 77,2 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman September turun 33 sen (0,4%) menjadi US$ 74,04 pada hari terakhirnya sebagai kontrak bulan depan.

Harga minyak WTI yang lebih aktif diperdagangkan untuk Oktober, yang akan segera menjadi kontrak bulan depan, kehilangan sekitar 49 sen menjadi US$ 73,17 per barel.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Mesir dan mendorong kemajuan menuju kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza. Meski demikian, beberapa perbedaan besar masih perlu diselesaikan dalam pembicaraan minggu ini.

"Sekitar US$ 4 - 8 dari premi geopolitik mungkin sudah termasuk dalam harga minyak mentah sebelum negosiasi dimulai pada Kamis (22/8/2024)," kata Bob Yawger, direktur futures energi di Mizuho.

Israel berhasil mengambil enam jenazah sandera yang merupakan warganya dari Jalur Gaza saat negosiasi berlanjut untuk membawa kembali lebih dari 100 sandera yang masih berada di wilayah Palestina yang terkepung.

Analis senior di Rystad Energy Svetlana Tretyakova mengatakan, meskipun negosiasi gencatan senjata sedang berlangsung, bentrokan antara Israel dan Hamas terus berlanjut, dan pasar akan tetap sangat sensitif terhadap perkembangan apa pun di wilayah tersebut.

"Jika fundamental pasar tidak segera mematahkan tren bearish ini, OPEC+ mungkin enggan untuk membatalkan pemotongan sukarela mereka dalam waktu dekat," kata Tretyakova.

OPEC+, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia, mengatakan pertumbuhan permintaan minyak global harus meningkat dalam beberapa bulan mendatang atau pasar akan kesulitan menyerap peningkatan pasokan yang direncanakan oleh kelompok tersebut mulai Oktober.

Ekspor Minyak

Arab Saudi, anggota OPEC yang merupakan pengekspor minyak terbesar di dunia, mengatakan ekspor minyak mentahnya turun menjadi 6,047 juta barel per hari (bpd) pada Juni dari 6,118 juta bpd pada Mei.

Data dari China, ekonomi terbesar kedua di dunia, menunjukkan harga rumah baru turun pada Juli dengan kecepatan tercepat dalam sembilan tahun, output industri melambat, pertumbuhan ekspor dan investasi menurun, dan pengangguran meningkat.

Kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar di AS, ekonomi terbesar di dunia, menekan harga minyak pemanas berjangka AS ke level terendah sejak Mei 2023 untuk dua hari berturut-turut. Spread crack minyak pemanas, yang mengukur margin keuntungan penyulingan, tetap mendekati level terendahnya sejak November 2021. Harga bensin berjangka AS turun ke level terendah sejak Februari 2024.

"Setelah pendapatan kuartal kedua, beberapa perusahaan kilang merespons kekhawatiran (harga dan permintaan) dengan mengumumkan pemotongan kapasitas, termasuk PBF Energy, Phillips 66, dan Marathon," kata analis di firma konsultasi energi Gelber and Associates dalam sebuah catatan.

Sementara itu, data mingguan stok minyak AS akan dirilis oleh kelompok perdagangan American Petroleum Institute (API) pada Selasa dan Administrasi Informasi Energi (EIA) AS pada Rabu (21/8/2024).

Analis memperkirakan perusahaan energi AS menarik sekitar 2,7 juta barel minyak mentah dari penyimpanan selama pekan yang berakhir pada 16 Agustus. Jika benar, ini akan menjadi kali ketujuh persediaan minyak mentah AS menurun dalam delapan minggu terakhir. Pada minggu yang sama tahun lalu, terjadi penarikan sebesar 6,1 juta barel dan rata-rata penurunan sebesar 3,4 juta barel selama lima tahun terakhir (2019-2023).

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #ketegangan-di-timur-tengah #ekonomi-china #opec #gencatan-senjata-di-gaza #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/370844/harga-minyak-jatuh-ke-level-terendah-terungkap-biang-keroknya