Wall Street Rontok, Reli S&P 500 dan Nasdaq Terhenti

Wall Street Rontok, Reli S&P 500 dan Nasdaq Terhenti

Wall Street rontok pada Selasa (20/8/2024). Ini menghentikan reli S&P 500 dan Nasdaq selama delapan hari beruntun - Halaman all

(InvestorID) 21/08/24 04:40 14520426

NEW YORK, investor.id – Indeks-Indeks Wall Street rontok pada Selasa (20/8/2024). Ini menghentikan reli S&P 500 dan Nasdaq selama delapan hari beruntun setelah para investor gagal memperpanjang tren pemulihan pasar.

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average turun 61,56 poin (0,15%) menjadi 40.834,97. S&P 500 melemah 0,2% menjadi 5.597,12, sementara Nasdaq Composite terpangkas 0,33% menjadi 17.816,94.

Pelemahan tersebut mengakhiri kenaikan delapan hari berturut-turut untuk S&P 500 dan Nasdaq, yang merupakan periode positif terpanjang bagi kedua indeks tersebut sejak akhir 2023. Jika S&P 500 berhasil naik pada Selasa, itu akan menjadi rentetan kemenangan terpanjang sejak 2004. Sementara itu, Dow Jones mencatat hari negatif pertamanya dalam enam hari terakhir.

Meskipun ada pergerakan negatif, rata-rata utama telah pulih dan volatilitas pasar telah menurun sejak awal bulan ini. Indeks Volatilitas CBOE atau VIX berada di bawah 16 setelah sempat mencapai puncaknya di atas 65 pada 5 Agustus. Hari itu juga menandai sesi terburuk S&P 500 sejak 2022, akibat aksi jual global yang dipicu oleh laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) Juli yang lemah dan kenaikan suku bunga di Jepang.

Namun, data penjualan ritel yang kuat dan laporan inflasi yang moderat pekan lalu membantu meredakan ketakutan investor terhadap perekonomian. S&P 500 dan Nasdaq kini naik lebih dari 1% sepanjang bulan ini, menunjukkan adanya pembalikan pasar yang dramatis.

Ahli strategi investasi senior di US Bank Wealth Management Tom Hainlin mengatakan, ada aksi jual, orang-orang menilai ulang apa yang terjadi dan kemudian kembali ke fundamental korporasi dan perekonomian AS. "Setelah itu, investor kembali masuk ke pasar ekuitas," ungkapnya.

Minggu ini, para investor bersiap untuk Simposium Ekonomi Jackson Hole yang diselenggarakan tahunan oleh The Fed. Di simposium tersebut, Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan memberikan pidato pada Jumat (23/8/2024). Sebelum itu, para pedagang akan menganalisis risalah pertemuan kebijakan bank sentral bulan Juli yang akan dirilis pada Rabu (21/8/2024).

Petunjuk The Fed

Wall Street sedang mencari petunjuk tentang apa yang diharapkan pada pertemuan kebijakan The Fed berikutnya. Dengan fed funds futures yang menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga, menurut CME FedWatch Tool, perdebatan yang tersisa adalah apakah para bankir sentral akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin atau setengah poin pada September mendatang.

“Pejabat The Fed ingin menunjukkan bahwa ‘mereka berada di atas kurva, bukan di belakangnya. Namun, pada saat yang sama, mereka tidak ingin terlalu agresif dalam mengurangi tekanan sebelum api benar-benar padam,” jelas Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research.

Saham perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks melonjak lebih dari 7% setelah hasil kuartal keempat fiskal melampaui perkiraan analis dan mengumumkan buyback saham senilai US$ 500 juta. Sementara itu, saham Lowe’s turun lebih dari 1% setelah melaporkan pendapatan yang lebih buruk dari perkiraan dan menurunkan prospek laba tahunannya, mengutip perlambatan yang diharapkan dalam belanja konsumen.

Sementara itu, saham Bank of America turun sekitar 2,5% karena konglomerat Warren Buffett, Berkshire Hathaway, terus menjual saham.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #nasdaq #s-p-500 #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #ketua-the-fed #jerome-powell #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/370845/wall-street-rontokrelisp-500-dan-nasdaqterhenti