Harga Batu Bara Tertekan Sentimen dari China

Harga Batu Bara Tertekan Sentimen dari China

Harga batu bara melemah pada Selasa (20/8/2024). Hal ini karena tertekan sentimen China, apakah itu? - Halaman all

(InvestorID) 21/08/24 05:48 14520429

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara melemah pada Selasa (20/8/2024). Hal ini karena tertekan sentimen China, yaitu produksi batu bara meningkat hingga pangsa pembangkir listrik bertenaga batu bara menurun.

Harga batu bara Newcastle untuk Agustus 2024 melemah US$ 0,5 menjadi US$ 146 per ton. Sedangkan September 2024 jatuh US$ 2 menjadi US$ 149,25 per ton. Sementara itu, Oktober 2024 terkoreksi US$ 1,95 menjadi US$ 150,75 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Agustus 2024 turun US$ 1 menjadi US$ 121,5. Sedangkan, September 2024 jatuh US$ 2,8 menjadi US$ 119,95. Sementara itu, Oktober 2024 terpangkas US$ 3,3 menjadi US$ 122.

Dikutip dari Reuters, produksi batu bara China meningkat sementara pangsa pembangkit listrik bertenaga batu bara menurun, sebuah kontradiksi yang tampaknya akan mengakibatkan volume impor yang lebih rendah dan harga yang lebih murah.

Produksi batu bara China naik 2,8% pada bulan Juli dari bulan yang sama tahun sebelumnya, mencapai 390,37 juta metrik ton, menurut data yang dirilis pada 15 Agustus oleh Biro Statistik Nasional.

Meski demikian, secara bulanan, produksi Juli turun dibandingkan Juni sebesar 405,38 juta ton. Juni yang merupakan bulan terkuat sepanjang tahun ini. Meski demikian, Juli berada di posisi ketiga dalam daftar produksi bulanan tertinggi sepanjang 2024 dan produksi telah meningkat sejak April.

Pembangkit Listrik 

Namun, pembangkit listrik bertenaga batu bara di China kehilangan pangsa pasar terhadap alternatif yang lebih bersih, sebuah tren yang kemungkinan akan terus berlanjut, mengingat pemasangan tenaga surya yang terus berlangsung pesat, dan pada tingkat yang lebih rendah, kapasitas angin.

Pembangkit listrik termal China turun pada Juli untuk bulan ketiga berdasarkan tahun sebelumnya, meskipun konsumsi daya secara keseluruhan meningkat. Output daya termal, yang sebagian besar bertenaga batu bara dengan hanya sedikit pembangkitan gas alam, turun 4,9% pada bulan Juli dari bulan yang sama pada tahun 2023 menjadi 574,9 miliar kilowatt-jam (kWh).

Total pembangkit naik 2,5% menjadi 883,1 miliar kWh, dengan output tenaga air melonjak 36,2% menjadi 166,4 miliar kWh.

Tidak hanya itu, pelemahan harga batu bara juga ditopang oleh melemahnya komoditas energi lainnya, yaitu minyak mentah dan gas alam. Harga minyak jatuh ke level terendah dalam dua minggu pada Selasa (20/8/2024).

Hal itu karena kekhawatiran pasokan di Timur Tengah mereda setelah Israel menerima usulan untuk mengatasi perselisihan yang menghambat kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Ditambah lagi, lemahnya data ekonomi dari China sehingga menekan permintaan bahan bakar. 

Sedangkan harga gas alam turun karena adanya prospek pasokan gas alam AS akan tetap melimpah, meskipun ada prakiraan cuaca yang lebih panas.

 

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #batu-bara #pembangkir-listrik-batu-bara #sentimen-batu-bara #produksi-batu-bara-china #berita-ek

https://investor.id/market/370849/harga-batu-bara-tertekan-sentimen-dari-china