Jika Segala yang di Langit dan Bumi Bertasbih Mengapa Suaranya tak Terdengar?
Semua makhluk yang ada di muka bumi bertasbih
(Republika) 16/08/24 20:40 14521104
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT mengungkapkan kepada manusia bahwa segala apa yang ada di bumi dan langit bertasbih. Hanya saja kita tidak mengetahui dan mendengarnya.
Ada banyak ayat Alquran yang menyatakan demikian. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, Alquran surat al-Isra ayat 44
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
Kedua, An-Nuur ayat 41
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ
“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Ketiga, Ar-Ra’d ayat 13
وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ
“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.”
BACA JUGA:Wakil Aceh di Paskibraka Nasional \'Dipaksa\' Lepas Jilbab?
Keempat, al-Anbiya ayat 79
فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَاعِلِينَ
“Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.”
Rasulullah SAW juga...
Namun, yang mengherankan adalah bahwa terlepas dari keragaman dan kejelasan dalil-dalil pada bagian ini, para ahli tafsir dan penulis lainnya berselisih pendapat tentang tasbih yang dinisbatkan kepada makhluk: Apakah dalam bentuk perkataan atau perbuatan?
Beberapa orang berpendapat bahwa referensi Alquran tentang tasbih segala yang ada di langit dan bumi kepada Allah adalah pujian metaforis, yaitu tasbih dalam bahasa gerakan, bukan dalam bahasa yang diucapkan.
Namun, beberapa di antaranya mengkhususkan kategori itu terhadap tasbih untuk makhluk-makhluk yang tidak berakal. Sementara aitu, tasbihnya makhluk-makhluk berakal, yaitu malaikat, manusia, dan jin adalah kata-kata yang nyata, dan tasbihnya hewan-hewan yang tidak berakal, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda mati adalah kata-kata kiasan.
Sebagian dari mereka ada yang merincikan maksud tasbihnya makhluk yang tidak bernyawa, dengan mengatakan bahwa tasbihnya binatang -baik yang berbicara maupun yang tidak berbicara- adalah nyata, sedangkan yang berbicara sudah dimaklumi sementara yang tidak berbicara dapat kemungkinan tasbih nya dengan suaranya saja. Sedangkan yang bukan hewan, seperti benda mati, memiliki maksud tasbihnya adalah metaforis.
Sebagian dari mereka menolak pembedaan ini, dengan mengatakan bahwa tasbih yang dinisbatkan kepada makhluk harus dianggap sebagai metafora, dan tidak boleh ada pembedaan antara yang berakal dan yang tidak berakal, atau antara hewan dan bukan hewan, agar tidak terjadi penggabungan antara metafora dan realitas dalam satu kata.
Sebagian dari mereka lebih memilih akomodatif, dengan mengatakan bahwa orang yang berakal bertasbih dengan dua cara yaitu perkataan dan perbuatan. Sementara yang tidak berakal hanya bertasbih dengan perbuatan, karena tidak mungkin baginya bertasbih dengan lisan, maka bertasbih dengan perbuatan merupakan takdir umum bagi semua makhluk).
#tasbih #bertasbihnya-makhluk #bertasbihnya-benda-mati #benda-mati-bertasbih #tasbih-kepada-allah #keutamaan-tasbih #makhluk-bertasbih #al-isra-ayat-44 #an-nur-ayat-41 #ar-rad-ayat-13