ACES, HERO, hingga TPIA Lagi Rebranding dan Diversifikasi, Cek Rekomendasi Sahamnya
Berikut rekomendasi saham dari ACES, HERO, dan TPIA yang sedang dalam upaya rebranding serta diversifikasi bisnis.
(Bisnis.Com) 22/08/24 12:20 14525892
Bisnis.com, JAKARTA — Sederet emiten seperti PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), PT Hero Supermarket Tbk. (HERO), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) sedang dalam upaya rebranding serta diversifikasi bisnis. Bagaimana rekomendasi sahamnya?
ACES misalnya sedang bergeliat rebranding setelah mengganti nama perusahaan dari sebelumnya bernama PT Ace Hardware Indonesia Tbk. Pergantian nama emiten peritel itu dilakukan jelang berakhirnya perjanjian lisensi dengan Ace Hardware Corporation di Amerika Serikat (AS) akhir tahun ini.
Pergantian nama telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Juni 2024 lalu. Nama baru emiten berkode ACES itu adalah Aspirasi Hidup Indonesia. Nama baru kemudian berlaku efektif sejak 8 Juni 2024.
Selain mengubah nama, ACES juga telah meluncurkan logo baru perusahaan yang berbeda dengan yang sebelumnya dipakai oleh Ace Hardware di AS.
Lalu, emiten peritel lainnya PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) juga mengumumkan perubahan nama perusahaan usai perseroan melepas bisnis makanan Hero Supermarket.
Perseroan resmi melepas bisnis makanan Hero Supermarket kepada afiliasinya, PT Hero Retail Nusantara melalui penandatanganan conditional sale and purchase agreement (CSPA) pada 19 April 2024. Nilai transaksi ini tercatat sebesar Rp315 miliar.
Emiten milik Prajogo Pangestu juga melakukan pergantian nama yang semula PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Hal itu pun telah disetujui para pemegang saham pada RUPSLB yang digelar pada akhir tahun lalu (29/12/2023).
Manajemen menyebut, perubahan nama perusahaan adalah sebuah keniscayan seiring langkah diversifikasi TPIA ke bisnis di luar pertokimia.
TPIA memang tengah melakukan diversifikasi bisnis. Setelah sebelumnya masuk sektor kelistrikan, kini TPIA merancang akuisisi perusahaan pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan upaya rebranding dan diversifikasi itu diapresiasi investor. "Tentunya juga ini turut memengaruhi kinerja bottom line yang bagus," ujarnya. Kamis (22/8/2024).
Namun, dia hanya fokus menyoroti emiten ACES. Menurutnya, ACES potensial karena akan mendapatkan dorongan dari pertumbuhan konsumsi domestik. "Ini akan memengaruhi kinerja penjualan dan laba," ujarnya.
Kinerja keuangan ACES sejauh ini pun menurutnya moncer. ACES telah meraup laba Rp365,76 miliar pada semester I/2024, tumbuh 20,94% secara tahunan (year on year/yoy). ACES juga telah meraup pendapatan Rp4,05 triliun pada kuartal II/2024, tumbuh 13,94% yoy.
Nafan merekomendasikan buy on weakness untuk ACES dengan target harga Rp735 per lembar.
Adapun, menurutnya saham TPIA sudah priced-in. "Uptrand, tapi momentum kurang mendukung dan terjadi negatif divergent," ujar Nafan. Sementara saham HERO menurutnya tidak likuid.
ACES pun menjadi fokus, sebab mayoritas analis yang mengulas saham ACES memberikan rekomendasi beli.
Terbaru, analis Mandiri Sekuritas menyematkan peringkat beli untuk ACES dengan target harga Rp1.110 per saham. Selain itu, rekomendasi beli juga diberikan oleh analis Bahana Sekuritas Christine Natasya untuk ACES dengan target harga Rp900 per saham.
Di sisi lain, Macquarie memberikan peringkat outperform untuk ACES dengan target harga Rp1.000 per saham sedangkan peringkat reduce atau jual diberikan HSBC kepada ACES dengan target harga Rp625 per saham.
Merujuk data yang dihimpun Bloomberg, sebanyak 19 dari 24 analis yang mengulas saham ACES memberikan rekomendasi beli. Selain itu, sebanyak 3 analis menyarankan tahan atau hold dan 2 analis lainnya menyarankan investor untuk jual saham ACES.
Berdasarkan konsensus analis Bloomberg, target harga saham ACES dalam 12 bulan ke depan ada di level Rp961 per saham. Target itu mencerminkan potensi upside sebesar 32,55% dari posisi saat ini.
Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Belva Monica dalam risetnya menyematkan peringkat beli untuk saham ACES dengan target harga Rp930 per saham.
Target itu mencerminkan proyeksi harga per laba (price to earnings ratio/PER) 15,9 kali, dividend yield 3,6%, pertumbuhan earnings per share (EPS) 12,5%, dan return on equity sebesar 13,5% pada 2024.
Menurutnya peluang ACES bersumber dari prospek pemulihan ekonomi kelas menengah atas dan momentum ekspansi ke pasar luar Jawa.
“Laba ACES berpotensi tetap tumbuh pada semester II/2024. Performa saham ACES saat ini memberikan peluang akumulasi untuk investor,” tulisnya dalam riset, dikutip Rabu (21/8/2024).
Di sisi lain, tantangan ACES dapat berasal dari risiko depresiasi rupiah, perlambatan daya beli, dan tekanan margin dari rencana pengenaan bea impor barang dari China.
#rekomendasi-saham #ace-hardware #aces #hero #tpia #chandra-asri-pacific #hero-supermarket #aspirasi-hidup-indonesia #n-a