Indosat - Telkom Bertarung Sengit Dorong GPUaaS, Babak Baru Bisnis Data Center
Indosat dan Telkom mendorong GPUaaS untuk menangkap peluang dari potensi pasar kecerdasan buatan Indonesia yang sangat besar lewat GPUaaS.
(Bisnis.Com) 22/08/24 10:33 14529670
Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. berlomba dalam memenuhi kebutuhan kecerdasan buatan (AI) di segmen korporasi. Kedua emiten telekomunikasi tersebut mulai menjajaki layanan GPU-as-a-Service (GPUaaS).
Graphics Processing Unit (GPU) adalah jenis kartu grafis khusus yang dirancang untuk mempercepat operasi komputasi intensif yang terkait dengan kecerdasan buatan. GPU mengambil peran penting dalam penerapan teknologi AI.
Anak usaha Indosat, Lintasarta, meluncurkan produk baru GPU Merdeka sebagai GPU-as-a-Service (GPUaaS), yang diklaim dapat mempercepat durasi waktu sehingga menjadi lebih efisien.
President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena mengatakan bahwa pengujian analitik gambar menggunakan GPU hanya membutuhkan waktu 5 menit, dibandingkan cloud biasa yang harus memakan waktu hingga 5 hari lamanya.
GPU Merdeka, kata Bayu, merupakan Sovereign AI Cloud dari NVIDIA yang dirancang dengan teknologi canggih dan terdepan di Indonesia.
“Bedanya ratusan kali, karena desainnya beda. Jadi namanya GPU itu didesain dijalankan secara paralel,” kata Bayu, Kamis (22/8/2024).
Bayu menyampaikan GPU Merdeka mendapatkan sokongan infrastruktur data center AI hingga 20 kilowatt per rak, fitur connectivity data center hingga 3.2 Tbps Infiniband RDMA per server, dan NVIDIA GPUDirect access to storage yang akan meningkatkan performansi layanan secara keseluruhan.
Bayu mengatakan dengan kepemilikan dan pengelolaan yang sepenuhnya mandiri, Lintasarta memastikan bahwa akses terhadap teknologi AI yang kritikal dapat dikelola secara lokal, tanpa bergantung pada pihak luar.
Keunggulan GPU Merdeka tidak hanya terletak pada teknologi mutakhir yang didukung langsung oleh NVIDIA, tetapi juga pada keunggulan komersial yang lebih kompetitif.
Dengan harga yang lebih bersaing dan kualitas yang terjamin, Bayu menuturkan layanan ini memberikan peluang bagi pelaku industri di Indonesia untuk segera mengadopsi teknologi terbaru guna mempercepat inovasi dan meningkatkan daya saing di pasar global.
GPU Lintasarta juga hadir ke pasar lebih cepat yang memungkinkan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk segera memanfaatkan teknologi GPU Merdeka.

Adapun, peluncuran GPU Merdeka ini merupakan bagian dari ekspansi strategis perusahaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan NVIDIA pada awal 2024. Hal ini menegaskan status Lintasarta sebagai Nvidia Cloud Partner (NCP) dalam NVIDIA Partner Network sejak Mei 2024.
“Lintasarta yang tidak terpisahkan dari Indosat mendapat kepercayaan dari NVIDIA untuk menjadi NCP [Nvidia Cloud Partner],” jelasnya.
Director & Chief Commercial Officer Lintasarta Fitrah Muhammad menyampaikan GPU Merdeka mampu menurunkan biaya sampai 25%—30%, mengingat Indonesia memiliki pasokan listrik yang lebih murah.
Lebih lanjut, dia mengungkap Lintasarta memiliki 1.000 GPU yang sudah tersedia di pasar. Adapun, sebagian besarnya sudah dipesan oleh pemain.
Hal ini juga akan memberikan akses pada kemampuan dalam bidang GenerativeAI, machine learning, rendering, dan aplikasi computer aided design (CAD) dengan spesifikasi superior, biaya yang optimal, dan pemanfaatan energi yang efisien.
GPU yang didukung oleh NVIDIA ini menghadirkan server High Performance GPU dengan konfigurasi 8x Nvidia H100 SXM Tensor Core GPUs dalam 1 server.
Konfigurasi yang menghadirkan kapabilitas untuk AI generatif dan memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh GPU NVIDIA generasi sebelumnya.
Dia menjelaskan bahwa NVIDIA H100 SXM pada GPU Merdeka dapat menangani beban kerja AI generatif tingkat lanjut dengan dukungan bandwidth 3.35 TB/s.
Selain itu, terdapat pula H100 GPU features third-generation RT Cores yang ideal untuk rendering, 3D modeling, dan aplikasi CAD seperti AutoCAD.
Telkom
Sementara itu, Telkom Group melalui anak usaha Telkomsel berkolaborasi strategis bersama Singtel dan Bridge Alliance dalam mendorong layanan GPU-as-a-Service (GPUaaS).
Pada tahap awal, layanan GPUaaS dari Singtel akan didukung oleh cluster NVIDIA H100 Tensor Core GPU, dengan rencana ekspansi lebih lanjut yang mencakup server AI generasi berikutnya dan pusat data berkelanjutan yang terhubung secara hyper-connected mulai pertengahan 2025.
Nantinya, GPUaaS akan mendukung berbagai sektor industri seperti ritel, manufaktur, keuangan, dan logistik.
Layanan ini memungkinkan perusahaan untuk menerapkan AI dalam skala besar, mengurangi biaya sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis dan inovasi.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Bogi Witjaksono menyatakan bahwa sejalan dengan inisiatif transformasi strategis Telkom Group, Five Bold Moves, kerja sama ini diharapkan dapat memaksimalkan peluang pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin dinamis, cepat, dan tidak terduga.
AI sendiri diproyeksikan dapat memberikan kontribusi hingga US$1 triliun bagi ekonomi Asia Tenggara pada 2030.
“Dengan memanfaatkan teknologi AI yang disesuaikan dengan kearifan lokal, kami berharap solusi GPUaaS bersama dengan ekosistem pendukung teknologi AI akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional, serta memperkuat kemajuan bangsa dan negara,” kata Bogi.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel Wong Soon Nam mengatakan bahwa partisipasi dalam strategis ini sejalan dengan misi Telkomsel untuk menghadirkan konektivitas, solusi, dan layanan yang inovatif dan unggul, untuk semua orang, setiap rumah, dan kegiatan bisnis.
“Kolaborasi strategis ini mencerminkan semangat kami untuk menghadirkan manfaat dari teknologi terkini bagi masyarakat dan bisnis di seluruh Indonesia, memperkuat fondasi digital bangsa untuk hari yang lebih baik dan masa depan gemilang,” kata Wong.
Potensi
Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB Ian Yosef M. Edward memperkirakan GPUaaS akan memberi dampak besar bagi bisnis data center Indosat dan Telkom.
Dalam 3-5 tahun ke depan, menurutnya, kontribusi pendapatan dari GPUaaS dapat mencapai 20% dari total pendapatan bisnis data center. Hal tersebut dapat terjadi jika adopsi AI di Tanah Air makin masif.
GPUaaS juga dapat menjadi angin segar baru di industri telekomunikasi di tengah persaingan layanan seluler yang makin ketat.
“Layanan Big Data atau AI saat ini menjadi makin berkembang dan diperlukan masyarakat. Oleh karena itu berlomba lomba untuk menjadi yang terdepan,” kata Ian.
Berbeda, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai pada tahap awal mungkin GPUaaS tidak terlalu besar pertumbuhannya, hanya sekitar 10 persen.
"Kemudian 15 persen, baru pada tahun ke-3 bisa capai 20-25 persen. Angka tahun ke-3 akan tergantung tahun pertama dan kedua, bisa bisa 10-15 persen akan bisa sesuai target, tapi kalau di bawah 10 persen berarti peminatnya kurang tinggi di sini," kata Heru.
Dia menambahkan dengan kemajuan AI saat ini, yang bahkan akan lebih canggih lagi ke depannya, trafik data yang akan sangat meningkat sehingga perlu pemrosesan yang lebih cepat, maka data center GPU dibutuhkan.
"Ini merupakan wilayah yang kita istilahkan masih blue ocean, belum banyak yang bermain sehingga pasarnya masih terbuka lebar," kata Heru.
#indosat #isat #gpuaas-indosat #telkom #tlkm #telkom-gpuaas #bisnis-data-center-isat #indosat #isat-tlkm-berlomba-rebut-pasar-ai-lewat-gpuaas #babak-baru-bisnis-data-center