Pengamat Sebut Tak Ada "Panic Selling" akibat Demo Revisi UU Pilkada
Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan, pelemahan IHSG terjadi setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa (all time high). Halaman all
(Kompas.com) 22/08/24 17:51 14529756
JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada Kamis (22/8/2024).
IHSG ditutup pada level 7.488,67. IHSG terkoreksi 65,9 poin atau 0,87 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp 39,5 triliun.
Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan, pelemahan IHSG terjadi setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa (all time high).
SHUTTERSTOCK/JIRAPONG MANUSTRONG Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham.Meski demikian, aksi demonstrasi besar terkait terkait revisi UU Pilkada yang terjadi di ibu kota menyebabkan investor khawatir.
“Ketika pasar mencapai level tertinggi seperti ini, koreksi adalah hal yang wajar,” ungkapnya.
Selain itu, pasar global juga menunjukkan kehati-hatian menjelang pidato dari gubernur bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di Jackson Hole, yang menambah ketidakpastian investor.
Hans bilang, dampak terbesar saat ini datang dari demonstrasi yang sedang berlangsung. Aksi unjuk rasa terkait revisi Undang-undang Pilkada dan penolakan terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah memberikan tekanan tambahan pada pasar.
“Unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi lebih anarkis dapat menciptakan ketidakpastian yang lebih besar dan berdampak negatif pada iklim investasi,” jelasnya.
SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham.“Saham-saham besar seperti BRI, (Bank) Mandiri, dan BCA tidak mengalami penurunan drastis. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan volume transaksi, panic selling tidak terjadi secara luas,” tambahnya.
Untuk investor, Hans merekomendasikan agar tetap tenang dan memantau perkembangan politik dan ekonomi terkini.
“Kami yakin bahwa DPR akan mendengarkan aspirasi rakyat dan kemungkinan besar tidak akan mengesahkan revisi undang-undang ini. Koreksi pasar ini kemungkinan bersifat sementara dan jangka pendek,” tutupnya.