Saham Adaro (ADRO) Lagi Merah Terus, Ada Apa?

Saham Adaro (ADRO) Lagi Merah Terus, Ada Apa?

Saham Adaro (ADRO) kembali melemah pada sesi I perdagangan 22 Agustus. - Halaman all

(InvestorID) 22/08/24 10:03 14548232

JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melemah pada sesi I perdagangan 22 Agustus 2024. Di sekitar pukul 09.55 WIB saham ini ada di Rp 3.230 atau minus 1,23%.

Pada perdagangan 20 dan 21 Agustus kemarin saham Adaro juga selalu memerah masing-masing – 0,30% dan -0,31%.

Sedangkan pada pekan lalu saham dengan kode ADRO merah sebanyak tiga kali dan hanya dua kali menghijau. Tapi sebenarnya saham Adaro masih naik tipis 0,94% dalam satu bulan terakhir.

Hingga berita ini ditulis, Adaro (ADRO) belum menyampaikan laporan keuangan untuk periode 30 Juni 2024. Sekretaris Perusahaan Adaro, Mahardika Putranto menyebutkan bahwa lapkeu Adaro semester I-2024 akan ditelaah secara terbatas.

“Merujuk kepada Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, dengan ini disampaikan Adaro Energy Indonesia akan melakukan penyampaian laporan keuangan kuartal II untuk tahun buku 2024 yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik,” ungkap Mahardika.

Di sisi lain, harga batu bara kembali terpuruk pada Rabu (21/8/2024). Bejibun sentimen negatif dari China masih menjadi biang kerok. Mulai dari pemangkasan jumlah izin dan rendahnya output pembangkit baru bertenaga batu bara hingga produksi berlimpah.

Harga batu bara Newcastle untuk Agustus 2024 melemah US$ 0,1 menjadi US$ 145,9 per ton. Sedangkan September 2024 jatuh US$ 3,1 menjadi US$ 146,15 per ton. Sementara itu, Oktober 2024 terkoreksi US$ 2,65 menjadi US$ 148,1 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Agustus 2024 turun US$ 1 menjadi US$ 120,5. Sedangkan, September 2024 jatuh US$ 3,2 menjadi US$ 116,75. Sementara itu, Oktober 2024 terpangkas US$ 2,55 menjadi US$ 119,45.

Dikutip dari Reuters, China memangkas jumlah izin untuk pembangkit baru hampir 80% pada paruh pertama tahun 2024, demikian temuan laporan Greenpeace Asia Timur, yang didasarkan pada data persetujuan proyek baru.

Volume Produksi Adaro

Sementara itu volume produksi PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan perusahaan-perusahaan anaknya (Grup Adaro) mencapai 35,74 juta ton pada semester I-2024 (1H24), setara dengan kenaikan 7% dari 1H23.

“Volume penjualan periode ini mencapai 34,94 juta ton atau naik 7% dari 1H23,” jelas manajemen Adaro Energy dalam laporan operasional perseroan untuk semester I-2024 dikutip Rabu (7/8/2024),

Manajemen menambahkan bahwa penjualan batu bara metalurgi melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 43% menjadi 2,59 juta ton pada 1H24 karena perusahaan terus mengembangkan pengakuan pasar bagi produk Enviromet. 

“Adapun volume pengupasan lapisan penutup pada 1H24 mencapai 141,58 juta bcm, atau naik 9% dari 1H23, sehingga nisbah kupas tercatat 3,96x, atau naik 2% dari 1H23,” papar manajemen.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #adaro-energy-indonesia #saham-adaro #saham-adro #batu-bara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/371012/saham-adaro-adro-lagi-merah-terus-ada-apa