Envy Technologies (ENVY) Optimistis Berbalik Untung pada 2024
Envy Technologies (ENVY) optimistis mampu membalikan rugi menjadi untung pada 2024. Untuk itu, di sisa tahun ini perseroan genjot kinerja - Halaman all
(InvestorID) 22/08/24 19:59 14561807
JAKARTA, investor.id – PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) optimistis mampu membalikan rugi menjadi untung pada 2024. Untuk itu, di sisa tahun ini perseroan berfokus menggenjot kinerja perseroan.
Direktur Utama Envy Technologies Indonesia (ENVY) Dato’ Sri Mohd Sopiyan Mohd Rashdi menegaskan, optimisme membalikkan rugi menjadi laba ini didasarkan pada tren pemulihan yang terjadi sepanjang 2023, di mana perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 2,5 miliar, naik 28% dari tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut terutama diperoleh dari dua lini bisnis utama, yaitu sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp 2,043 miliar dan sistem integrasi informatika sebesar Rp 450,5 juta. Selain itu, ENVY juga berhasil menurunkan beban operasional sebesar 29%, sehingga mengurangi kerugian perusahaan hingga Rp 2,86 miliar dari tahun sebelumnya. "Dengan strategi peningkatan penjualan dan pelaksanaan proyek-proyek baru, kami optimistis ENVY dapat membukukan laba pada 2024," ungkapnya dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (22/8/2024). Kebangkitan ENVY tidak terlepas dari upaya pembenahan internal yang dilakukan sejak Dato’ Sri Mohd Sopiyan kembali menjabat sebagai Direktur Utama pada Februari 2022. Pada masa itu, perseroan dalam kondisi tidak beroperasi dan sahamnya di-suspend. Manajemen baru langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang tertunda, termasuk menyusun laporan keuangan yang sebelumnya belum diselesaikan sejak 2020.
Setelah menyelesaikan laporan keuangan untuk tahun buku 2020 hingga 2023, serta laporan interim untuk 2024, ENVY kini fokus menjalankan kembali bisnis dengan pendekatan baru. Manajemen ENVY mencari proyek-proyek yang dapat dijalankan dengan biaya minimal namun menghasilkan margin yang besar. ENVY juga gencar melakukan pendekatan dengan calon investor untuk memperoleh dana guna melanjutkan proyek-proyek yang sebelumnya tertunda.
Salah satu proyek baru yang menjadi andalan ENVY pada kuartal kedua tahun ini adalah Layanan Platform MusixMusix’. Platform ini menyediakan layanan streaming musik untuk kebutuhan bisnis (B2B) seperti toko, restoran, hotel, dan gedung perkantoran. Proyek ini dijalankan bersama Audaxy Development Consulting Sdn Bhd, sebuah perusahaan asal Malaysia, dan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan utama ENVY di masa mendatang. "Ke depan, ENVY akan fokus pada proyek-proyek yang bersifat recurring, margin besar, less capex, dan turnaround time yang singkat," jelas Dato’ Sri Mohd Sopiyan sembari menambahkan, strategi ini diambil agar ENVY tidak tergantung pada pinjaman dana yang dapat meningkatkan beban finansial perusahaan.
Suspensi Saham
Terkait dengan harga saham yang masih suspend, ENVY telah berhasil mengurangi beberapa notasi dari lima notasi yang sebelumnya disematkan pada sahamnya. Saat ini, hanya tersisa masalah ekuitas negatif yang menjadi penyebab suspensi. "Kami yakin dengan dukungan para pemegang saham dan otoritas, ENVY akan berhasil melalui masa-masa sulit ini dan kembali bangkit," tambahnya. ENVY juga tidak membuat anggaran untuk belanja Capex yang bersifat ‘non-operating’ dan ‘non-revenue earning’ pada 2024, kecuali jika Capex tersebut merupakan bagian dari proyek-proyek existing atau baru yang sedang berjalan. Pendekatan ini diambil untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan meminimalisir ketergantungan pada pinjaman. Baca juga: Kinerja Anak Usaha Berkibar, Laba TUGU Terdongkrak
Dalam kesempatan yang sama, Dato’ Sri Mohd Sopiyan juga mengumumkan pergantian jajaran direksi dan komisaris ENVY sebagai bagian dari upaya pembenahan perusahaan. Jajaran baru ini diharapkan dapat membawa ENVY menuju kesuksesan dan kembali meraih kepercayaan publik.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah diambil, ENVY optimistis dapat bangkit dari krisis dan mencatatkan kinerja yang lebih baik pada 2024. Meskipun tantangan masih ada, terutama dalam hal persetujuan RUPS mengingat jumlah saham publik yang mencapai 86,74%, manajemen ENVY yakin dapat meraih kesuksesan dengan dukungan semua pihak yang terlibat.
Direksi dan Komisaris Baru Envy Technologies Indonesia - Komisaris Utama/Komisaris Independen: Muliandy Nasution - Komisaris Independen: Voon Sze Lin - Komisaris Independen: Wan Kamarul Zaman bin Wan Yaacob - Komisaris Independen: Sungkana - Direktur Utama: Dato’ Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi - Direktur: Leow Teck Yee - Direktur: Ni Wayan Sukawidiani Resi - Direktur: Moo Shing Tyng
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #envy-technologies-indonesia #envy #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/371081/envy-technologies-envy-optimistis-berbalik-untung-pada-2024