Meski Banyak Peminat, Ini Alasan Tiket Dieng Culture Festival Dijual Terbatas
Tiket Dieng Culture Festival dijual terbatas, meski banyak peminat. Ternyata ini sebabnya. Halaman all
(Kompas.com) 23/08/24 18:43 14585099
KOMPAS.com - Gelaran Dieng Culture Festival 2024 bisa dibilang merupakan event yang dinanti banyak orang, terutama di Indonesia.
Terbukti melalui postingan akun Instagram resmi @festival_Dieng pada 2 Juli 2024, paket (tiket) partisipan langsung sold out dalam waktu 10 menit sejak dibuka.
Bahkan server penjualan tiket sampai down saking banyaknya orang yang ingin mendapatkan tiket DCF 2024.
Terlebih Dieng Culture Festival sukses masuk 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Visensius Jemadu kepada Ketua Panitia DCF 2024 Alif Fauzi pada pembukaan DCF 2024, Jumat (23/8/2024).
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Penyerahan penghargaan DCF sebagai 10 besar KEN oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Visensius Jemadu (kiri) kepada Ketua Panitia DCF 2024 Alif Fauzi (kanan dengan ikat kepala hitam) pada pembukaan Dieng Culture Festival 2024, Jumat (23/8/2024).Alasan tiket Dieng Culture Festival dijual terbatas
Ketua Panitia DCF 2024 Alif Fauzi menjawab pertanyaan Kompas.com kenapa tiket DCF yang dijual terbatas dan tidak ditambah.
Menurut penjelasan dia, tiket yang terjual pada hari -H acara adalah sebanyak 5.800 dari total 6.000 tiket yang dijual. Itupun disebabkan oleh refund dari beberapa biro perjalanan.
"Bicara tentang pariwisata berkualitas, kita harus menghitung yang namanya carrying capacity. Hal inilah yang membuat kami selalu menghitung (kapasitas lokasi acara)," ujar Alif.
Lihat postingan ini di Instagram
Ia melanjutkan, pihaknya pernah mendapat pembinaan dari Kemenparekraf seputar management impact, yakni semua tempat harus diukur, apa yang diperlukan.
"Jangan sampai kemarin yang sudah terjadi, Kanjuruhan, semoga tidak terjadi di sini, ini jadi antisipasi. Karena jika kita hanya menerima pengunjung tanpa mempedulikan carrying capacity, ini pasti bahaya sekali," tutur Alif.
Ikuti standar internasional
Pihaknya dalam menentukan jumlah tiket DCF 2024 kali ini, menggunakan patokan carrying capacity dengan standar internasional.
"Carrying capacity 1 meter persegi untuk satu orang. Itu saat kita membuat pertunjukan. Kami hitung kemarin Lapangan Pandawa, sekitar 7.600-an meter persegi," sambung Alif.
Setelah dikurangi panggung, sambung dia, luasnya sekitar 6.900-an meter persegi. Adapun penjualan tiket yang hanya 6.000 dikarenakan ada tamu undangan dan panitia.
"Kalau lebih dari itu, kami takut juga kalau terjadi apa-apa," ujar Alif.
Pikirkan konsep acara untuk tambah kapasitas
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Ketua Panitia DCF 2024 Alif Fauzi (kanan dengan ikat kepala hitam) saat konferensi pers pada DCF 2024, Jumat (23/8/2024).Meski begitu, pihak panitia DCF saat ini masih berupaya menemukan konsep acara yang bisa menampung lebih banyak peserta.
"Apakah nanti diperluas, apakah memecah suatu acara menjadi dua sesi, seperti yang di candi (cukur rambut gimbal) karena carrying capcity. Ini pembelajaran bagi kita," kata Alif.
Ia pun memberi pengandaian pada acara tahun depan, konsep seperti penambahan sesi atau dengan dua pertunjukan utama, sehingga bisa menampung lebih banyak pengunjung tanpa membebani carrying capacity.
#dcf #dieng-culture-festival #alasan-tiket-dieng-culture-festival-dijual-terbatas