Harga Minyak Melejit di Atas 2% Pasca Pernyataan Powell

Harga Minyak Melejit di Atas 2% Pasca Pernyataan Powell

Harga minyak melejit di atas 2%, Jumat (23/8/2024). Setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan pemangkasan suku bunga - Halaman all

(InvestorID) 24/08/24 05:30 14606862

HOUSTON, investor.id - Harga minyak melejit di atas 2% pada Jumat (23/8/2024). Setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan pemangkasan suku bunga.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup melesat US$ 1,8 (2,33%) menjadi US$ 79,02 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak US$ 1,82 (2,49%) menjadi US$ 74,83 per barel.

"Perubahan arah oleh The Fed ini nyata. Ini berdampak pada semua komoditas," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Minggu ini, kedua patokan minyak tersebut mencapai titik terendah sejak awal Januari, setelah pemerintah AS secara tajam menurunkan perkiraan jumlah pekerjaan yang ditambahkan oleh pemberi kerja tahun ini hingga Maret, yang menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan resesi.

Pada Jumat, Powell mendukung pelonggaran kebijakan The Fed, dengan mengatakan bahwa penurunan lebih lanjut di pasar tenaga kerja akan menjadi hal yang tidak diinginkan. Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa inflasi sudah mendekati target dari bank sentral AS, yaitu 2%.

"Risiko kenaikan inflasi telah berkurang. Dan risiko penurunan terhadap pekerjaan telah meningkat," kata Powell dalam pidato yang sangat dinantikan di konferensi ekonomi tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole, Wyoming.

"Sudah saatnya kebijakan disesuaikan. Arah perjalanannya jelas, dan waktu serta kecepatan pemotongan suku bunga akan bergantung pada data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko," ungkapnya.

Dolar AS

Indeks dolar AS melemah menjadi sekitar 101,45 menjelang pidato tersebut. Dolar yang lebih murah biasanya meningkatkan permintaan minyak berdenominasi dolar dari investor yang memegang mata uang lainnya.

Morgan Stanley dalam catatannya mengatakan bahwa penurunan persediaan minyak telah memberikan sedikit dukungan pada harga minyak. "Untuk saat ini, keseimbangan di pasar minyak cukup ketat, dengan persediaan yang berkurang sekitar 1,2 juta barel per hari dalam empat minggu terakhir, yang kami perkirakan akan terus berlanjut sepanjang kuartal ketiga," kata bank tersebut.

Data terbaru dari China, importir minyak terbesar, menunjukkan adanya ekonomi yang sedang berjuang dan permintaan minyak yang melambat. 

Sedangkan dorongan baru untuk gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas juga membantu meredakan kekhawatiran pasokan dan menekan harga minyak.

Pada Kamis (22/8/2024), delegasi AS dan Israel memulai putaran baru pertemuan di Kairo, untuk menyelesaikan perbedaan mengenai proposal gencatan senjata di Gaza. Pembicaraan gencatan senjata untuk menghentikan perang di Gaza telah mengurangi ketakutan bahwa konflik tersebut akan berdampak pada pasokan minyak mentah.

Sementara itu, perusahaan jasa energi Baker Hughes melaporkan, perusahaan energi AS minggu ini mengurangi jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi untuk minggu kedua berturut-turut. Jumlah rig minyak tidak berubah pada 483 minggu ini, sementara rig gas turun satu menjadi 97.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #ketua-the-fed #jerome-powell #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #dolar-as #gencatan-senjata-di-gaza #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/371224/harga-minyak-melejit-di-atas-2-pasca-pernyataan-powell