Pemain Bisnis Paylater Makin Ramai, CIMB Niaga dan BSI Akan Bergabung

Pemain Bisnis Paylater Makin Ramai, CIMB Niaga dan BSI Akan Bergabung

Bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) bagi industri perbankan telah memiliki daya tarik tersendiri.

(Kontan-Keuangan) 24/08/24 11:28 14626609

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemain bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) bakal bertambah. Maklum, bisnis paylater ini makin gurih.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Juni 2024, outstanding kredit paylater yang disalurkan oleh perbankan telah mencapai Rp 17,72 triliun atau tumbuh 47,72% secara tahunan (YoY).

Kenaikan kredit paylater tersebut sejalan dengan jumlah rekening pengguna paylater yang juga bertambah dengan total mencapai 17,48 juta rekening pada periode yang sama, naik dari 17,26 juta rekening pada bulan sebelumnya.

Salah satu bank yang segera meluncurkan produk paylater adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk. Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi memastikan pihaknya akan tetap masuk ke bisnis ini, meski sempat tertunda.

Pria yang akrab disapa Dede ini mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang mengakibatkan tertundanya produk itu diluncurkan. Sebagai informasi, awalnya CIMB Niaga menargetkan bisa meluncurkan produk paylater pada separuh pertama tahun ini.

Adapun, dua hal yang menjadi pertimbangan pokok adalah terkait sistem yang dalam pengembangan untuk fitur paylater yang akan diluncurkan nanti. Dilanjutkan dengan menunggu waktu yang tepat untuk meluncurkan produk tersebut.

“Memang ada prioritas-prioritas yang dijalani terlebih dahulu," kata Noviady ketika ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Ia juga menjelaskan bahwa sejatinya saat ini CIMB Niaga sudah memiliki produk yang menyerupai dengan paylater. Di mana, nasabah dapat menikmati fasilitas tersebut dengan cicilan 0% melalui tenor tiga sampai enam bulan.

"Peluncuran paylater dikhususkan untuk yang spesifik ke nasabah tabungan dulu. Tunggu tanggal mainnya," tambahnya.

Tak hanya CIMB Niaga, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mulai merencanakan untuk masuk ke bisnis paylater.

SEVP Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih mengatakan rencana peluncuran paylater akan dilakukan tahun depan.

Hanya saja, Saut bilang pihaknya belum terlalu terburu-buru untuk merilis produk tersebut.

Dalam hal ini, ia menegaskan bahwa BSI tidak ingin inisiatif baru ini justru berdampak negatif terhadap bisnis perbankan, terutama terkait risiko kreditnya.

“kita assessment dulu lah, jangan sampai kita hurting to businesses,” ujarnya.

Meski demikian, Saut juga tak memungkiri bahwa bisnis paylater mampu memberikan dampak positif bagi BSI itu sendiri. Dalam hal ini, kaitannya dengan penambahan jumlah basis nasabah yang mereka miliki.

“Sebetulnya ada potensi yang ada nasabah yang kita gapai langsung karena dia belum jadi nasabah kita. Jadi ini salah satu upaya untuk menarik nasabah baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae bilang meskipun pertumbuhan pesat, risiko kredit paylater tetap terjaga.

Dian mengungkapkan bahwa tingkat risiko kredit paylater perbankan turun menjadi 2,5% pada Juni 2024, dibandingkan dengan 2,61% pada bulan sebelumnya.


#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a

https://keuangan.kontan.co.id/news/pemain-bisnis-paylater-makin-ramai-cimb-niaga-dan-bsi-akan-bergabung