"Coba Pagar DPR Dibuka, Kan Tidak Bakal Dijebol..."
'Padahal itu kan rumah rakyat. Kalau ada bakar-bakar, kan cuma ban. Enggak sampai gedung dibakar,' kata Said. Halaman all
(Kompas.com) 24/08/24 12:20 14629564
JAKARTA, KOMPAS.com - DPR RI tidak mesti mengeluarkan anggaran untuk memperbaiki pagar besinya yang jebol seandainya para wakil rakyat membuka pagar selebar-lebarnya ketika demonstran penolak revisi UU Pilkada datang, Kamis (21/8/2024).
"Coba pagarnya dibuka, kan tidak bakal dijebol. Pagar dijebol karena ditutup," ungkap Said kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2024).
Said mengatakan insiden ini semestinya menjadi pembelajaran bagi para wakil rakyat untuk selalu dekat dengan rakyat. Semestinya, ketika rakyat datang untuk menyampaikan pendapat, mereka membuka diri dan mendengarkan.
"Padahal itu kan rumah rakyat. Kalau ada bakar-bakar, kan cuma ban. Enggak sampai gedung dibakar," kata dia.
Said sekaligus menegaskan mahasiswa yang tergabung dalam massa aksi menolak revisi UU Pilkada hanya berjuang untuk menegakkan konstitusi. Tidak seharusnya aksi mereka diadang oleh aparat kepolisian.
Ia meminta pihak kepolisian bertindak lebih bijak serta tidak represif terhadap mahasiswa yang berupaya menegakkan konstitusi.
"Mereka kan berjuang untuk menegakkan konstitusi. Masa orang menegakkan konstitusi ditahan?" ucap Said.
Sebelumnya diberitakan, demonstran penolak revisi Undang-Undang (UU) Pilkada berhasil menjebol pagar gedung DPR di Komleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Awalnya, para demonstran berhasil menyingkirkan kawat penghalau yang dipasang oleh petugas.
Namun, para demonstran tetap berupaya merangsek ke dalam dengan menjebol pagar gedung DPR.
Tak lama berselang, para demonstran pun berhasil merobohkan pagar gedung DPR.
Setelah pagar dijebol, sejumlah demonstran pun merangsek ke bagian dalam pagar area Kompleks Parlemen.
#said-iqbal #pedemo-di-depan-dpr-ditangkap #demo-tolak-revisi-uu-pilkada #pagar-gedung-dpr-jebol