Hasil yang Terbentuk saat Spermatogonium Mengalami Pembelahan Mitosis - kumparan.com
Saat spermatogonium mengalami pembelahan mitosis, maka akan membentuk spermatosit. Spermatosit primer akan menghasilkan spermatosit sekunder.
(Kumparan.com) 24/08/24 17:32 14643175
Spermatogonium merupakan sel tunggal yang menjadi bagian dari alat reproduksi pria. Saat spermatogonium mengalami pembelahan mitosis, maka akan membentuk spermatosit.
Spermatogenesis adalah pembentukan sel kelamin pria. Proses pembentukan tersebut melibatkan pembelahan sel secara mitosis.
Spermatogonium terdapat di dalam testis, yaitu tempat pembentukan sel sperma. Saat spermatogonium mengalami pembelahan mitosis, maka akan membentuk spermatosit primer.
Spermatosit primer (spermatosit I) akan berkembang menjadi sel-sel spermatosit sekunder (spermatosit II). Proses pembentukan ini terjadi melalui pembelahan meiosis, sehingga bersifat haploid.
Selanjutnya, spermatosit II akan membelah dan menghasilkan empat spermatid. Kemudian spermatid akan mengalami proses pematangan atau spermiogenesis untuk membentuk sperma matang.
Sperma terdiri atas bagian kepala, leher, dan ekor. Ekor inilah yang menyebabkan sperma dapat bergerak atau berenang di dalam rahim, dan membuahi sel telur.
Dikutip dari buku IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika), Djoko Arisworo (2017:20), proses spermatogenesis berlangsung kontinu. Dalam satu hari dihasilkan sekitar 300 juta sperma yang siap membuahi.
Dari 300 juta sperma yang dimasukkan ke rahim, hanya sekitar 300 ribu sperma yang sampai ke sel telur, dan hanya satu sperma yang dapat membuahi.
Berdasarkan buku Rangkuman Lengkap Biologi SMP/MTs, Tim Guru Indonesia (2016:298), sistem reproduksi pria terdiri atas organ-organ berikut ini.
Saat spermatogonium mengalami pembelahan mitosis, maka akan membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer akan mengalami meiosis yang menghasilkan spermatosit sekunder. (DK)