Ucapkan Terima Kasih ke PAN, Prabowo: Walau Kita Kalah Berkali-kali, Kau Tetap di Sebelahku
Presiden terpilih Prabowo Subianto memuji PAN yang selalu setia bersama, sekalipun ikut mengalami kekalahan berulang kali dalam pilpres. Halaman all
(Kompas.com) 24/08/24 21:03 14655256
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada Partai Amanat Nasional (PAN) karena setia bersamanya.
Prabowo menyebut PAN selalu setia bersamanya meski ikut mengalami kekalahan berulang kali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). Adapun PAN mendukung Prabowo dalam tiga edisi Pilpres, yakni 2014, 2019 dan 2024.
"PAN, terima kasih atas kesetiaannya. Terima kasih kau selalu berada di sebelahku. Terima kasih, walaupun kita mengalami kekalahan berkali kali, kau tetap di sebelahku," kata Prabowo disambut riuh tepuk tangan para kader PAN dalam penutupan Kongres ke-6 PAN di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (24/8/2024) malam.
Prabowo berulang kali menyampaikan terima kasih kepada PAN dalam setiap materi pidatonya malam ini.
Semisal ketika Prabowo dituduh sebagai pelaku kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM), ingin melakukan makar hingga kudeta, PAN disebut tetap setia bersamanya.
"Saya dituduh, saya dituduh mau melakukan makar mau kudeta, saya dituduh melanggar HAM itu enggak apa-apa bagi saya. Jangankan hinaan, ejekan, fitnah, jiwa saya, nyawa saya, saya serahkan kepada bangsa dan negara ini. Tapi karena saya berada di tangan tangan sahabat saya dari dulu, izinkan saya mau sampaikan isi hati saya," ungkap Prabowo.
"Pertama, isi hati saya, terima kasih isi hati saya terima kasih Partai Amanat Nasional," sambung dia.
Setelah mengatakan itu, riuh kader PAN memekikkan nama "Prabowo" berulang kali.
Mereka juga berdiri sembari bertepuk tangan menyebut nama "Prabowo".
Tak sedikit kader PAN yang mengatakan bahwa Prabowo adalah "Presidenku".
Kendati begitu, Prabowo berpesan kepada PAN agar tetap mawas diri dan tidak mudah dipecah belah.
"Tapi mari juga kita mawas diri, kita ingat sejarah kita ratusan tahun, semua suku bangsa kita selalu diganggu kekuatan-kekuatan asing, selalu dipecah belah, divide et impera (politik pecah belah), dipecah belah dan mari kita belajar dari sejarah, jangan mau terus dipecah belah," pesan Prabowo.