Paus Fransiskus, Deklarasi Jakarta-Vatikan, dan Toleransi Ansor-Pemuda Lintas Agama

Paus Fransiskus, Deklarasi Jakarta-Vatikan, dan Toleransi Ansor-Pemuda Lintas Agama

Ansor dan pemuda lintas agama bertemu dengan Paus Fransiskus

(Republika) 25/08/24 11:01 14706052

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN— Pimpinan organisasi kepemudaan lintas agama bertemu dengan pemimpin tertinggi umat Katolik Dunia Paus Fransiskus dan menandatangani Deklarasi Jakarta-Vatikan di Paul VI Audience Hall

Delegasi dari Indonesia terdiri dari Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin, Ketua PP Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Atma Gusma, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki) Sahat Marthin Philip Sinurat, dan Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia I Gede Ariawan.

Dalam pertemuan itu disampaikan apresiasi komitmennya menjaga kemanusiaan dalam kehidupan beragama, dan bukan permusuhan, sesuai dengan Dokumen Doha, dimana 4 September 2019 lalu, Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb menandatangani "The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together” atau dikenal dengan Dokumen Abu Dhabi.

Pertemuan berlangsung pada Rabu 21 Agustus 2024 lalu, di Vatikan, Roma, Italia. Berikut isi deklarasi tersebut:

Deklarasi Jakarta-Vatikan bertema "Keadilan dan Perdamaian untuk Dunia".

Kami Pemuda Lintas Iman, Dengan Ini Berkomitmen:

1. Menjadi generasi muda Indonesia yang selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai energi positif bagi peradaban dunia

2. Mengajak kaum muda sedunia untuk membangun masyarakat dunia yang berpegang teguh pada prinsip toleransi, solidaritas, dan gotong royong

3. Mendukung dan menyebarluaskan pandangan dan nilai-nilai yang tertuang dalam Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Kehidupan Bersama (Dokumen Abu Dhabi) untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian dunia.

Vatikan, 21 Agustus 2024

Ditandatangani Oleh

  • Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin
  • Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma
  • Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla
  • Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat
  • Ketua Umum DPN Peradah Indonesia I Gede Ariawan
  • Ketua Umum Gema Khonghucu Kris Tan

Disaksikan Oleh:

Paus Fransiskus

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan bahwa pertemuan ini sangat luar biasa, dimana Paus Fransiskus menerima pimpinan organisasi kepemudaan lintas agama di Vatikan.

"Beliau sangat menghormati Indonesia, Pancasila, bahkan berkenan untuk menandatangani Deklarasi Jakarta-Vatikan yang digagas anak-anak muda lintas agama Indonesia," katanya.

Tentu saja, ini komitmen yang tidak mudah untuk dijalankan, tetapi organisasi pemuda lintas agama di Indonesia harus menjalankan deklarasi Jakarta-Vatikan tersebut.

Sementara itu, pertemuan Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin dan pimpinan organisasi kepemudaan lintas agama dengan Paus Fransiskus itu mendapat perhatian media asing.

Media online L\'Observatore Romano, World.Einnews.com, dan TV News Agency Roma, Rome Reports memuat laporan terkait pertemuan tersebut.

Seorang jurnalis TV Rome Reports Anneliese Taggarts mengaku alasan dirinya mewawancarai Ketua Umum PP GP Ansor karena ingin tahu apa tujuan dari pertemuan tersebut.

Jurnalis asal Amerika Serikat itu mengaku tertarik mengapa para pemuda lintas agama dari Indonesia ini bertemu dengan Paus Fransiskus, di tengah rencana kunjungan pimpinan tertinggi umat Katolik Dunia itu datang ke Indonesia pada September mendatang.

"Saya penasaran mengapa ada organisasi pemuda lintas agama bertemu dengan Paus Fransiskus," katanya dalam bahasa Inggris, di Vatikan, Rabu 21 Agustus 2024.

Dia mendengar dari Romo Markus Solo Kewuta SVD, dari Kantor Dikasteri untuk Dialog Antar Agama, Vatikan, bahwa pertemuan ini sangat bersejarah, karena baru pertama kali terjadi.

"Sebab itu, saya ingin mewawancarai mereka".

Sementara itu, media online Osservatoreromano.com memuat kedatangan Gus Addins Cs bertemu Paus Fransiskus. Media dengan bahasa Italia itu memuat judul berita "Quel diacono a Buenos Aires missionario in Mozambico".

Dalam bahasa Italia, media tersebut mengutip pernyataan Romo Markus Solo, pejabat Dikasteri Vatikan yang menemani mereka ke Aula Paulus VI.

Romo Markus yang merupakan WNI itu mengatakan kepada media, bahwa ada 27 pemuda lintas agama, lintas organisasi pemuda, datang ke Vatikan, Roma untuk bertemu Paus Fransiskus

"Dipimpin oleh Addin Jauharudin, ketua GP Pemuda Muslim Ansor – kelompok anak muda Nahdlatul Ulama terbesar di negara Asia. Mereka datang untuk menyambut dan mendukung Paus Fransiskus yang akan mengunjungi negara Asia dalam beberapa hari”, kata Pastor Markus Solo, pejabat Dikasteri yang menemani mereka ke Aula Paulus VI.

Addin Jauharudin mengaku pertemuan dengan Paus Fransiskus yang menghasilkan Deklarasi Jakarta-Vatikan bukanlah upaya terakhir organisasi pemuda lintas agama ini dalam mengampanyekan Persaudaraan dalam kemanusiaan, tapi baru langkah awal. "Karena kita akan melakukan tour perdamaian dunia dan akan membentuk sekretariat pemimpin muda lintas agama se Asia-Fasifik," urainya.

#paus-fransiskus #pemimpin-tertinggi-vatikan #ansor-bertemu-paus-fransiskus #pemuda-lintas-agama-bertemu-paus-fransiskus #paus-fransiskus-indonesia #gp-ansor

https://khazanah.republika.co.id/berita/sir9ul320/paus-fransiskus-deklarasi-jakartavatikan-dan-toleransi-ansorpemuda-lintas-agama