BMKG: Dua Gempa Susulan di DIY pada Senin Malam Dipicu Aktivitas Megathrust

BMKG: Dua Gempa Susulan di DIY pada Senin Malam Dipicu Aktivitas Megathrust

BMKG mengatakan bahwa gempa bumi susulan itu adalah gempa dangkal.

(Republika) 27/08/24 01:00 14762589

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua kali gempa susulan yang dipicu aktivitas deformasi batuan di bidang kontak antarlempang (megathrust) di wilayah Samudra Hindia, Selatan Gunung Kidul, DIY, Senin (26/8/2024) malam pukul 20.20 WIB. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa gempa bumi susulan itu adalah gempa dangkal.

Parameter terkini gempa berkekuatan magnitudo 5,5 dari sebelumnya terdeteksi sebesar magnitudo 5,8 pada pukul 19.57 WIB. Episentrum gempa bumi tersebut terletak di laut dengan kedalaman 42 kilometer atau pada koordinat 8,85° LS; 110,17° BT, yang berjarak 107 kilometer arah Barat Daya Gunung Kidul.

Analisis pemodelan BMKG mendeteksi gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo dan Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI.

Selanjutnya di daerah Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, Surakarta dan Klaten dengan skala intensitas II-III MMI. Berdasarkan analisis seismologis BMKG gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, Daryono mengatakan masyarakat diimbau waspada seraya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan selalu mengikuti panduan dari pemerintah daerah.

Warga setempat pun berhamburan keluar rumah menyusul kencangnya getaran gempa. “(Getaran) Gempanya cukup besar, sampai satu kos keluar semua,” kata Oliv yang merupakan salah satu warga Demangan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (26/8/2024) malam.

Oliv menyebut, ia merasakan getaran gempa ketika tengah berbaring di kamar tidurnya. Mengingat getaran yang cukup kuat, ia langsung keluar kamar bersama dengan teman-teman satu kosnya di kawasan Demangan.

“Sepertinya getarannya sampai lima detik, mungkin lebih,” ucap Oliv.

Ahmad (50), seorang pedagang toko kelontong di Padukuhan Gamping Kidul, Kecamatan Gamping, Sleman, DIY, berlari ke jalan meninggalkan dagangannya saat merasakan getaran.

"Merasakan getaran sekali tetapi kencang," ujar Ahmad yang masih menggendong anaknya.

Pria asal Madura itu mengaku sudah beberapa kali merasakan gempa di Yogyakarta, akan tetapi kali ini getaran dirasakan lebih kencang. Tak jauh dari toko Ahmad, sejumlah mahasiswa pun tampak berhamburan keluar sembari berteriak ketakutan.

Mereka tampak menunggu beberapa saat di jalan raya sebelum memutuskan kembali ke rumah indekos masing-masing. Mustaqim, warga Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, juga mengaku merasakan hal serupa.

Getaran gempa sontak membuatnya terbangun dari tidur dan berlari keluar rumah. "Pintu yang sudah dikunci langsung saya buka dan buru-buru keluar rumah," ucap dia.

Tidak hanya di Provinsi DIY, getaran gempa tersebut juga dirasakan oleh warga di Jawa Tengah. Yakni di Salatiga, Wonosobo, hingga di Purwodadi.

“Wonosobo hampir menyeluruh merasakan,” kata Irul yang saat itu tengah berada di Wonosobo.

#gempa-diy #gempa-yogya #gempa-yogyakarta #gempa-megathrust #potensi-megathrust

https://news.republika.co.id/berita/sitwdy409/bmkg-dua-gempa-susulan-di-diy-pada-senin-malam-dipicu-aktivitas-megathrust