Apa Saja Kunci Pengembangan Web3 di Indonesia?
Industri Web3 memiliki potensi untuk berkembang lebih pesar di Asia, termasuk di Indonesia. Halaman all
(Kompas.com) 27/08/24 14:09 14770739
JAKARTA, KOMPAS.com - Industri Web3 memiliki potensi untuk berkembang lebih pesar di Asia, termasuk di Indonesia. Sebab, sudah banyak lembaga di kawasan tersebut yang menggunakan blockchain dalam menghadirkan kebijakan dan solusi.
Qin En Looi, Partner dari Saison Capital mengungkapkan, industri Web3 di Asia punya potensi yang lebih besar khususnya yang bergerak di institusi finansial karena didukung lingkungan yang lebih baik.
Selain itu, banyak lembaga-lembaga hingga pemerintahan di Asia sudah bereksperimen dengan teknologi blockchain untuk menghadirkan berbagai solusi.
SHUTTERSTOCK/DEEMERWHA STUDIO Ilustrasi blockchain, teknologi blockchain.Dia pun menjelaskan beberapa kunci pengembangan Web3 lebih lanjut, antara lain peningkatan interaksi pengguna serta upaya bagaimana teknologi tersebut mudah diakses.
Saya sudah berbicara dengan banyak sekali developer Web3 dan saya menilai bagaimana developer Web3 ini dapat menjangkau masyarakat luas. Saya pikir caranya sangat sederhana seperti mendorong interaksi pengguna untuk bisa memiliki dompet kripto dengan banyak opsi seperti login melalui sosial media atau e-mail. Selain itu bagaimana juga User Interface (UI) & User Experience (UX) yang membuatnya lebih mudah diakses. Menurut saya developer Web3 berhenti malas dan harus terus berinovasi," jelas Qin dalam siaran pers ajang Indonesia Coinfest Asia 2024, ditulis pada Selasa (27/8/2024).
Sementara itu, Brian Limiardi, Co-founder & CEO Copra Labs mengungkapkan, bila melihat negara Asia Tenggara lain seperti Thailand atau Vietnam, meski mereka punya komunitas developer dan ukuran pasar yang lebih kecil, para founders mampu mengatasi tantangan dengan lebih baik dan terus berkembang.
"Pasar Web3 di Indonesia mungkin punya persaingan yang lebih ketat karena Indonesia punya ruang Web2 yang sangat besar dan lebih dinamis," ujar Brian.
PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto.Untuk mendorong pasar Web3 tumbuh, imbuh dia, katalis utamanya adalah kembalinya sektor Decentralized Finance (DeFi).
"Mungkin dalam siklus ini banyak narasi baru yang muncul, namun tetap banyak orang menyadari bahwa DeFi ada di lapisan aplikasi dari infrastruktur yang benar-benar jelas,” terang Brian.
Adapun Head of Community platform jual beli aset kripto PT Pintu Kemana Saja (Pintu) Jonathan Hartono menyatakan, pihaknya optimistis pasar Web3 semakin tumbuh pesat di Indonesia.
"Dengan tersedianya infrastruktur yang dapat menjembatani investor kripto dalam negeri untuk berinvestasi, trading, dan juga berselancar ke dunia Web3 yang semuanya dapat dilakukan melalui satu aplikasi Pintu. Kami juga yakin developer di Indonesia tidak hanya bertumbuh dari segi jumlah, namun mampu menghadirkan inovasi berskala global,” sebut dia.
Melansir laporan dari Emergen Research, pasar Web3 Asia Tenggara diproyeksikan bernilai 6,4 miliar dollar AS pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 50,2 persen.
Berdasarkan data dari Chainalysis, dari segi adopsi kripto, Indonesia menempati posisi ke-7 di indeks kripto dunia.
#teknologi-blockchain #investor-kripto #web3 #dompet-kripto
http://money.kompas.com/read/2024/08/27/140947126/apa-saja-kunci-pengembangan-web3-di-indonesia