Harga Batu Bara Menguat Ditopang Ramainya Sentimen Positif
Harga batu bara menguat pada Senin (26/8/2024). Hal itu ditopang ramainya sentimen positif, mulai dari menguatnya harga komoditas energi - Halaman all
(InvestorID) 27/08/24 06:28 14782606
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara menguat pada Senin (26/8/2024). Hal itu ditopang ramainya sentimen positif, mulai dari menguatnya harga komoditas energi lainnya yaitu minyak dan gas, impor batu bara China meningkat, hingga pemogokan kerja pelabuhan di India. Namun, penguatan harga batu bara menjadi terbatas karena produksi batu bara China meningkat.
Harga batu bara Newcastle untuk Agustus 2024 naik US$ 0,5 menjadi US$ 145,7 per ton. Sedangkan September 2024 menguat US$ 0,5 menjadi US$ 145,3 per ton. Sementara itu, Oktober 2024 terkerek US$ 0,75 menjadi US$ 147,9 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Agustus 2024 melemah US$ 0,1 menjadi US$ 120,4. Sedangkan, September 2024 malah stagnan di US$ 118,75. Sedangkan pada Oktober naik US$ 0,35 menjadi US$ 121,7.
Penguatan harga batu bara seiring dengan menguatnya harga komoditas energi, yaitu minyak mentah dan gas alam. Hal itu seiring memanasnya konflik di Timur Tengah. Ditambah lagi, dengan optimisme adanya pemangkasan suku bunga The Fed pada September, setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberikan komentar dalam di konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole.
Sementara itu, sekitar 20 ribu pekerja tetap di 12 pelabuhan utama India memutuskan untuk mogok kerja mulai Rabu dengan alasan tuntutan revisi gaji dan tunjangan yang tidak terpenuhi. Pemogokan itu bisa berdampak besar. Jika proses stevedoring (operasi bongkar muat) yang dilakukan oleh para pekerja terganggu, semua barang konsumsi dan ekspor yang masuk akan tertahan di 12 pelabuhan utama.
Sedangkan Bigmint melaporkan, impor batu bara termal China mencapai rekor tertinggi baru pada bulan Juli, memperpanjang tren kenaikan yang menggarisbawahi permintaan kuat negara itu terhadap bahan bakar tersebut, menurut data yang dirilis oleh Administrasi Umum Bea Cukai Republik Rakyat China (GACC) pada 21 Agustus. Impor Batu Bara
Konsumen batu bara terbesar di dunia mengimpor 34,41 juta ton (mnt) batu bara termal bulan lalu, naik 11,3% secara tahunan dan 2,8% secara bulanan, data GACC menunjukkan. Volume ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 34,26 mnt yang ditetapkan pada Desember 2023, menyoroti ketergantungan China pada batu bara impor untuk memenuhi kebutuhan energinya, catat Mysteel Global. Baca juga: Wall Street Beragam, tapi Dow Jones Justru Tembus Rekor Tertinggi
Berdasarkan asal, Indonesia tetap menjadi pemasok utama batu bara termal ke China pada bulan Juli, diikuti oleh Australia, Rusia, Mongolia, dan Kolombia, menurut data GACC. Impor dari Indonesia bulan lalu melonjak 22,3% secara tahunan dan 16% secara bulanan menjadi 19,1 juta ton, tertinggi sejak April dan tertinggi kedua belas untuk impor bulanan sejak 2019.
namun, penguatan harga batu bara terbatas karena Bigmint melaporkan produksi batu bara China meningkat 2,8% secara tahunan menjadi 390 juta ton (mnt) pada Juli 2024. Namun, pertumbuhan produksi melambat 0,8% dari Juni 2024, menurut data terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS). Dari Januari-Juli 2024, produksi mencapai 2,66 miliar ton (bnt), turun 0,8% secara tahunan.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #batu-bara #sentimen-batu-bara #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #impor-batu-bara #komoditas-energi #minyak-mentah #gas-alam #impor
https://investor.id/market/371448/harga-batu-bara-menguat-ditopang-ramainya-sentimen-positif