Ada yang Bilang Begini soal Kinerja Adaro (ADRO)

Ada yang Bilang Begini soal Kinerja Adaro (ADRO)

Adaro (ADRO) telah merilis laporan keuangan untuk semester I-2024. - Halaman all

(InvestorID) 28/08/24 10:12 14789902

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyampaikan laporan keuangan konsolidasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024 (1H24).

Sesuai praktik tahunan perusahaan, kantor akuntan publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (anggota PricewaterhouseCoopers Global Network) melakukan kajian terbatas terhadap laporan keuangan 1H24 tersebut.

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani merincikan bahwa Adaro Energy Indonesia (ADRO) mencatat laba bersih sebesar US$ 404 juta (+8% qoq, -27% yoy) pada 2Q24. Hasil ini membuat laba bersih selama 1H24 mencapai US$ 779 juta (-10,9% yoy), melampaui ekspektasi karena setara 61,6%/63,4% dari estimasi Stockbit/konsensus.

“Kinerja positif ini ditopang oleh margin laba kotor dan laba kotor yang melampaui ekspektasi kami, sementara pendapatan sejalan dengan ekspektasi (51,4% dari estimasi kami),” ungkap Hendriko dalam ulasannya, Rabu (28/8/2024).

Produksi dan Penjualan

Selama 1H24, Adaro (ADRO) mencatat volume produksi dan volume penjualan batu bara masing-masing sebesar 35,7 juta ton (+7,6% yoy) dan 34,9 juta ton (+7,1% yoy). Hendriko mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut didorong oleh segmen batu bara termal dan metalurgi.

“Kenaikan laba bersih secara qoq pada 2Q24 didorong oleh kenaikan pendapatan (+6% qoq), ditopang oleh naiknya volume penjualan sebesar +12% qoq. Selain itu, ADRO juga mencatat kenaikan pendapatan lain-lain sebesar +175,6% qoq,” sebutnya.

Hendriko juga menyebutkan, margin laba kotor 1H24 yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi disebabkan beban pokok penjualan yang lebih rendah seiring turunnya biaya royalti (-29,9% yoy), biaya pemrosesan batu bara (-28,5% yoy), serta hilangnya biaya mining service.

Biaya royalti dan biaya pemrosesan batu bara masing-masing berkontribusi sebesar 33,9% dan 6,4% dari total beban pokok ADRO selama 1H24.

“Walaupun cash cost pada 2Q24 meningkat +5,3% qoq menjadi US$ 47/ton sales, hasil tersebut masih berada di bawah estimasi kami di US$ 50/ton sales,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #adaro-energy-indonesia #saham-adro #stockbit #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/371600/ada-yang-bilang-begini-soal-kinerja-adaro-adro