Produsen

Produsen "Wood Pellet" Jadi Penghasil Devisa Ekspor Terbesar di Gorontalo

Sejak beroperasi yaitu tahun 2022 hingga 14 Agustus 2024, PT BJA telah melakukan 21 kali ekspor wood pellet sebanyak 230.000 ton. Halaman all

(Kompas.com) 28/08/24 14:11 14793824

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen wood pellet (pellet kayu) PT Biomasa Jaya Abadi (PT BJA) menjadi penghasil devisa ekspor terbesar di Gorontalo. Kontribusi perseroan mencapai lebih dari 55 persen dari total devisa ekspor provinsi tersebut.

Rudi Hantono, Presiden Direktur PT BJA menyatakan, sejak beroperasi di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, perseroan telah melakukan pengiriman wood pellet ke dua negara, yaitu Jepang dan Korea Selatan.

Sejak beroperasi yaitu tahun 2022 hingga 14 Agustus 2024, PT BJA telah melakukan 21 kali ekspor wood pellet sebanyak 230.000 ton.

PIXABAY/WILLFRIED WENDE Ilustrasi wood pellet atau pellet kayu.

Rinciannya, pada 2022 ekspor wood pellet PT BJA sebanyak 2 kali, pada 2023 sebanyak 9 kali, 2024 sampai Juli ada 9 kali, 14 Agustus ada 1 kali.

Dengan demikian, total ada 21 kali ekspor wood pellet periode 2022 hingga 14 Agustus 2024 ke Jepang dan Korea Selatan.

“Sebagai perusahaan kami menjalankan bisnis wood pellet ini sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Termasuk menjalankan proses ekspor produk ke Jepang dan Korea Selatan bekerjasama dengan Bea Cukai dan lembaga berwenang lainnya,” imbuh Rudi dalam keterangan tertulis, Rabu (28/8/2024).

Atas sumbangan devisa ekspornya, perseroan menerima penghargaan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara sebagai penghasil devisa ekspor terbesar di Gorontalo.

Ade Zirwan, kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo mengatakan penghargaan diberikan kepada perseroan lantaran tercatat sebagai penyumbang devisi ekspor terbesar di Gorontalo.

“Yang melatarbelakangi pemberian penghargaan ini adalah dampak bisnis ekspor PT BJA yang terus meningkat dari aspek makro ekonominya. Prestasi ini perlu diapresiasi untuk mendorong industri di Gorontalo,” ungkap.

Ade menjelaskan berdasarkan catatan Bea Cukai Gorontalo, sejak awal tahun ini sampai 14 Agustus 2024, kontribusi devisa ekspor dari PT BJA sekitar Rp 200 miliar.

Kontribusi itu mencapai 55 persen dari total nilai ekspor yang dicatatkan provinsi Gorontalo.

“Artinya PT BJA menyumbang lebih dari separuh devisa ekspor, sisanya ada dari UMKM di Gorontalo,” terangnya.

#ekspor #wood-pellet #devisa-ekspor #pellet-kayu

https://money.kompas.com/read/2024/08/28/141123726/produsen-wood-pellet-jadi-penghasil-devisa-ekspor-terbesar-di-gorontalo