Ancaman terhadap Laba Indo Tambang (ITMG) Masih Ada, Sahamnya Hold?

Ancaman terhadap Laba Indo Tambang (ITMG) Masih Ada, Sahamnya Hold?

Ada sejumlah faktor yang menjadi ancaman terhadap laba Indo Tambang (ITMG) hingga akhir semester II-2024. Simak juga rekomendasi saham ITMG. - Halaman all

(InvestorID) 19/08/24 14:00 14802879

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan volume penjualan batu bara yang lebih tinggi pada kuartal II-2024 sebesar 5,8 Mt, naik 7,4% yoy atau meningkat 16% qoq. Anak usaha Banpu PCL (Thailand) itu juga mencetak pertumbuhan margin tunai yang kuat sebesar 27% qoq.

Adapun rasio pengupasan (stripping ratio) Indo Tambang mencapai 10,5 kali, turun 16% yoy atau terkikis 0,9% qoq, yang menyebabkan peningkatan margin EBITDA sebanyak 200 basis poin (bps) qoq menjadi 20,8%.

“Namun, laba Indo Tambang yoy pada kuartal II-2024 tergerus, karena koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara sebesar 17,2% yoy atau 3,1% qoq menjadi US$ 94/ton,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya.

Selain itu, kenaikan biaya penambangan sebesar 25% qoq atau 280% yoy menjadi US$ 17 juta dan biaya pengangkutan yang lebih tinggi sebesar US$ 12 juta, meningkat 12% qoq atau melonjak 241% yoy, turut menekan laba Indo Tambang.

Di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi ancaman terhadap kinerja emiten berkode saham ITMG tersebut. Salah satunya, kelangkaan pengiriman global mendorong kenaikan biaya ekspor batu bara, yang memengaruhi 78% volume penjualan ITMG.

“Perlambatan ekonomi global serta munculnya sumber daya alam alternatif yang lebih murah dapat memengaruhi harga batu bara pada semester II-2024, yang kemudian juga bisa menekan laba ITMG,” jelas Farras.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Meski ada ancaman, ITMG tetap memiliki peluang. ITMG berpotensi meningkatkan produksi batu bara pada tahun ini menjadi 19,85 juta ton, yang kemungkinan meningkatkan volume penjualan pada semester II-2024. Hal itu seiring mulai berproduksinya Graha Panca Karsa (1 juta ton) dan Tepian Indah Sukses (0,4 juta ton).

Dengan berbagai pertimbangan, Samuel Sekuritas merekomendasikan hold saham ITMG. Target harga saham ITMG dipatok sebesar Rp 26.000.

Sebelumnya, ITMG melaporkan penurunan laba bersih sebesar 57% menjadi US$ 129 juta pada semester I-2024 dibandingkan semester I-2023 yang sebesar US$ 306 juta. Penurunan laba bersih tersebut berkaitan erat dengan merosotnya pendapatan ITMG sebesar 19% menjadi US$ 1 miliar dari US$ 1,29 miliar.

Sepanjang semester I-2024, ASP batu bara melemah sebesar 27% yoy sehubungan dengan normalisasi harga batu bara. Di sisi lain, biaya penambangan dan transportasi batu bara ITMG masing-masing naik 15% dan 10%.

Peningkatan tersebut didorong oleh produksi yang naik 14% menjadi 9,3 juta selama enam bulan pertama tahun ini dibanding periode sama tahun sebelumnya sebanyak 8,2 juta ton. Sedangkan beban penjualan membengkak 30%, sehubungan dengan volume penjualan yang lebih tinggi.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #itmg #saham-itmg #indo-tambang #laba-itmg #harga-batubara #rekomendasi-saham #samuel-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/370663/ancaman-terhadap-laba-indo-tambang-itmg-masih-ada-sahamnya-hold