United Tractors (UNTR) Incar Tambang Mineral hingga ke Luar Negeri

United Tractors (UNTR) Incar Tambang Mineral hingga ke Luar Negeri

United Tractors (UNTR) terus mencari tambang mineral seperti nikel, emas, tembaga, dan litium. Bahkan UNTR siap mengakuisisi di luar negeri. - Halaman all

(InvestorID) 30/08/24 21:00 14837339

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menegaskan akan terus mencari tambang potensial untuk diakuisisi, baik di dalam maupun luar negeri. Anak usaha Grup Astra ini mengaku tengah mencari tambang mineral seperti nikel, emas, tembaga, hingga litium, yang bisa diakuisisi guna mendongrak kontribusi bisnis non-batu bara menjadi 50% dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, ketergantungan pendapatan United Tractors dari bisnis batu bara masih cukup tinggi mencapai 65%, baik dari sektor kontraktor batu bara maupun pertambangan batu bara. Diharapkan dalam lima tahun ke depan, kontribusi dari bisnis batu bara dan non-batu bara menjadi imbang.

Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro mengatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, United Tractors telah menyusun strategi untuk diversifikasi usaha ke dua sektor, yakni pertambangan mineral (non-batu bara) dan bisnis energi baru terbarukan (EBT) atau renewables energy.

“Strategi ini cukup berhasil, di mana pada 2023, kami sudah melakukan investasi di beberapa tambang nikel. Ke depan, peluang di dua sektor ini masih terbuka lebar. Kami juga mulai melihat peluang investasi di luar negeri. Kami jajaki hal tersebut, dengan fokus masih sama, yaitu tambang mineral,” kata Iwan dalam Public Expose Live 2024, Jumat (30/8/2024).

Iwan mengungkapkan, bisnis pertambangan non-batu bara yang menjadi fokus perseroan di antara nikel (termasuk pengolahannya), emas, tembaga, litium, dan mineral lainnya. Untuk energi terbarukan, emiten berkode saham UNTR tersebut juga akan terus membesarkannya.

“Walaupun sekarang portofolio kami di renewables energy masih kecil, kami yakin bahwa ini adalah strategi yang tepat, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia untuk beralih dari bahan bakar yang berbasis fosil menjadi energi terbarukan ke depannya,” tutur dia.

Iwan menegaskan, meski tengah berfokus pada sektor pertambangan mineral dan energi baru terbarukan, perseroan tidak akan melepaskan bisnis batu bara ke depannnya. UNTR akan tetap mengoptimalkan proses produksi atas tambang-tambang yang dimiliki sekarang, hingga tambang tersebut selesai konsesinya.

“Dua tambang batu bara perseroan diperkirakan habis konsesi pada tahun 2040 dan 2042. Diharapkan saat konsesi itu selesai, semua cadangan yang dimiliki itu sudah berhasil kami produksi, sehingga tidak perlu untuk memperpanjang konsesi. Dan tentunya itu sejalan dengan arah kebijakan net zero emission Pemerintah Indonesia pada 2060,” jelas dia.

Akuisisi Perusahaan Pengelola Hutan 

Sementara itu, Corporate Secretary United Tractors (UNTR), Sara K Loebis mengungkapkan bahwa pada 28 Agustus 2024, perseroan mengakuisisi 90% saham PT Lestarikan Bumi Papua (LBP) senilai Rp 67 miliar. LBP merupakan perusahan yang bergerak di bidang aktivitas pengelolaan hutan yang berkedudukan di Jakarta Selatan.

Sara menyebut, akuisisi mayoritas saham tersebut dilakukan UNTR melalui perusahaan terkendali perseroan, yakni PT Pertiwi Nusantara Raya (PNR). “Pada 28 Agustus 2024, PNR telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) dengan PT Lestarikan Bumi Pertiwi (LBPW) dan PT Arara Bentang Semesta (ABS), untuk rencana pembelian 49,9992% saham LBP milik LBPW dan 40,0008% saham LBP milik ABS. Nilai keseluruhan transaksi Rp 67,5 miliar,” ungkap Sara dalam keterangan resminya, Jumat (30/8/2024).

Sara menjelaskan, tujuan akuisisi ini adalah untuk diversifikasi kegiatan usaha UNTR sebagai bagian dari strategi berkesinambungan dan melanjutkan pengembangan lebih luas dari grup usaha di bidang pengelolaan kehutanan dan kelestarian lingkungan.

“Setelah penandatanganan seluruh CSPA ini, baik PNR, LBP, LBPW, dan ABS akan melakukan pemenuhan persyaratan pendahuluan (condition precedents) dengan tanggal akhir penyelesaian akan jatuh paling lambat pada 30 September 2024 atau pada waktu lain yang disepakati oleh PNR, LBP, LBPW dan ABS,” pungkas dia.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #untr #saham-untr #united-tractors #tambang-mineral #emas #nikel #batubara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/371940/united-tractors-untr-incar-tambang-mineral-hingga-ke-luar-negeri