Rencana Private Placement GOTO Menggiring Saya ke Pojok Gelap, Kata Mantan Bos Bursa
Mantan bos bursa, Hasan Zein Mahmud mengaku memiliki saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO). Dia menyoroti rencana private placement GOTO. - Halaman all
(InvestorID) 01/09/24 20:55 14862395
JAKARTA, investor.id – Mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud mengaku memiliki beberapa ribu lot saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Lantas, bagaimana respons salah satu tokoh pasar modal Indonesia itu terhadap rencana peningkatan modal GOTO tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) sebanyak-banyaknya 10% saham?
“Saya beli saat harga saham melorot tajam. Tapi, bukan harga yang melorot yang mendorong saya membeli saham GOTO. Saya beranggapan bahwa GOTO sudah kembali ‘ke jalan yang benar’ dengan melakukan restrukturisasi, kembali fokus pada core business, menghentikan strategi bakar duit, efisiensi, hingga ekspansi lewat inovasi dan kembali ke orientasi profit,” tulis Hasan Zein dalam postingan-nya di Facebook, yang dikutip pada Minggu (1/9/2024).
Dia pun mengaku tidak pernah hadir dalam RUPS GOTO. Sebab porsi gurem yang dimilikinya tak memberi perbedaan jika hadir ataupun tidak hadir. Tetapi, keputusan RUPS yang berlangsung pada 30 Agustus 2024, yang salah satunya menyetujui rencana private placement, kembali menggiring dirinya ke pojok gelap. Tidak mampu mengerti tujuan dan latar belakang keputusan tersebut.
“Saya membaca ada dua alasan (private placement), yaitu likuiditas dan permodalan. Dua-duanya bagi saya unplausible reasons. Dalam bahasa yang lebih eufimis, dua alasan itu tidak masuk akal,” sebut Hasan Zein, yang juga penulis buku Strategi Andal Investasi di Pasar Modal dan Acuan Meraup Cuan di Pasar Modal.
Menurut dia, dengan jumlah saham lebih dari 1,2 triliun dan hampir 1 triliun di antaranya milik masyarakat non warkat, saham GOTO merupakan saham yang paling likuid di BEI. Transaksi jutaan lot setiap hari menempatkan saham GOTO nyaris selalu top valume. Apalagi, saat bersamaan, ada agenda rencana mengurangi saham beredar dengan menghapus-bukukan saham treasuri, yang per 31 Juli 2024 berjumlah lebih dari 14 miliar.
“Alasan permodalan juga tak sepenuhnya saya mengerti. Dalam laporan keuangan 30 Juni 2024, GOTO memiliki kas dan setara kas lebih dari Rp 20 triliun. Perbaikan EBITDA yang dicanangkan perusahaan tentu akan memperbaiki juga posisi arus kas,” jelas dia.
Bagi Hasan, yang paling penting adalah harga private placement harus lebih tinggi secara signifikan dari harga pasar. Sebab, menurut dia, pemegang saham ritel tidak peduli dengan dilusi kepemilikan sepanjang tidak terjadi ‘dilusi kekayaan’.
“Lebih dari itu, private placement dangan harga yang jauh lebih murah dari harga IPO, bukankah merupakan ejekan kepada para anchor investors yang telah menyetor dengan harga tinggi dan masih tetap setia sebagai pemegang saham hingga kini?” pungkas Hasan.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #goto #saham-goto #private-placement-goto #hasan-zein-mahmud #rups-goto #go-jek #tokopedia #berita-ekonomi-terkini