Cerita UMKM Denara Bali Nyaris Bangkrut, Hingga Berhasil Ekspor ke Kanada
Siapa sangka, brand lokal Denara Bali yang memproduksi produk handbody dan lulur berhasil mengembangkan bisnisnya hingga ke luar negeri. Halaman all
(Kompas.com) 01/09/24 12:00 14862507
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sempat dihantam Pandemi Covid-19 tidak membuat pelaku usaha lokal di bidang kosmetik ini menyerah untuk mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi.
Siapa sangka, brand lokal Denara Bali yang memproduksi produk handbody dan lulur berhasil mengembangkan bisnisnya hingga ke berbagai negara mulai dari AS, Inggris hingga Kanada.
Bercerita ke belakang, usaha asal Padangsambian, Kota Denpasar ini dibangun oleh pasangan suami-istri Made Diksa Wimona dan Ni Wayan Kesumawati Dewi pada tahun 1997 silam.
Namun saat ini, usaha Denara Bali dikelola oleh anaknya, Satya Narayana.
Awalnya produk yang dijual hanyalah aromaterapi dan dupa. Hal tu lantaran pasar untuk produk itu sangat laku keras di Bali yang memiliki budaya yang cukup kental.
Seiring berjalan waktu, usaha itupun nyaris tutup lantaran pada tahun 2005 mengalami permasalahan dalam cashflow.
Ketika bisnis Denara Bali resmi beralih tangan menjadi tanggung jawab Satya sepenuhnya, dirinya mulai menganalisis masalah dan mencoba membuat usahanya bisa naik kelas.
Awalnya usaha ini hanya ada tim produksi. Ia kemudian merekrut tenaga baru dari mulai marketing, senior product, quality control, dan lain-lain yang dibutuhkan untuk pengembangan sehingga sekarang sudah ada 28 orang dari sebelumnya hanya 13 karyawan.
Sathya lalu coba menggunakan teknologi digital untuk penjualan dengan menggunakan fitur-fitur penjualan dan promosi produk UMKM lokal di Tokopedia dan ShopTokopedia, tak hanya mengandalkan ritel. Sejak itulan penjualannya meningkat tajam dan menjangkau pangsa pasar lebih luas.
Di samping pemasaran, Sathya juga fokus mengembangkan beragam produk yang memanfaatkan bahan baku lokal dari kekayaan alam Indonesia.
"Contohnya, kami memakai kunyit untuk produk Heritage Edition varian turmeric, lidah buaya, bengkoang, dan rumput laut. Kami juga melibatkan puluhan karyawan untuk berkarya lewat Denara Bali karena kami ingin memberi dampak bagi masyarakat sekitar, termasuk dengan ibu rumah tangga yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan usia dan pendidikan," jelas Sathya.
"Sejak mengikuti beragam kampanye dan menggunakan fitur di Tokopedia dan ShopTokopedia, omzet Denara Bali meningkat hingga 3 kali lipat dibandingkan sebelum mengikuti kampanye dan fitur Tokopedia dan ShopTokopedia, yang berkontribusi sebesar 25 persen terhadap penjualan Denara Bali," sambung Sathya.
Berkat keuletan dan buah dari kerja kerasnya itu produk Denara Bali sudah berhasil diekspor ke AS, Inggris hingga Kanada. Ke depan, bisnis lulurnya maish akan terus dikisutkan ke pasar lokal sembari melihat peluang lain di negara-negara luar.