Saham Wijaya Karya (WIKA) Diburu, Gara-gara Apa?

Saham Wijaya Karya (WIKA) Diburu, Gara-gara Apa?

Saham Wijaya Karya (WIKA) melambung pada perdagangan 2 September 2024. - Halaman all

(InvestorID) 02/09/24 13:58 14865812

JAKARTA, investor.id - Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) laris manis dan harganya melonjak pada perdagangan 2 September 2024 ini.

Per jeda siang, saham WIKA melesat 20% ke Rp 468. Frekuensi perdagangannya tinggi mencapai 37.300 kali, volumenya 594,8 juta saham ditransaksikan, dengan nilai transaksi Rp 266,6 miliar.

Saham emiten BUMN, Wijaya Karya (WIKA) juga mendadak melompat 16,07% pada perdagangan Jumat, 30 Agustus 2024 pekan lalu.

Sebanyak 558,31 juta saham ditransaksikan, frekuensi 15.842 kali, dan nilai transaksi Rp 206,67 miliar. Asing juga memborong saham Wijaya Karya dengan catatan net buy sebesar Rp 61,2 miliar.

Sebelumnya MSCI mengumumkan evaluasi untuk indeks saham Global Standard Index dan Small Cap Index dengan periode efektif pada 2 September–25 November 2024. Untuk MSCI Indonesia Small Cap, terdapat lima emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dimasukkan dalam perhitungan indeks ini, termasuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Selain itu, Wijaya Karya (WIKA) mencetak kinerja impresif pada kuartal II-2024, seiring berjalannya proses restrukturisasi utang. Mandiri Sekuritas (Mansek) memasang target harga tinggi saham WIKA.

Broker itu mencatat, laba bersih WIKA pada kuartal II-2024 mencapai Rp 1,5 triliun, berbanding terbalik dibandingkan kuartal sebelumnya yang rugi Rp 1,1 triliun. Alhasil, WIKA meraih laba bersih Rp 401 miliar pada semester I tahun ini dibandingkan rugi Rp 2 triliun pada periode sama tahun lalu.

“Laba yang di atas proyeksi itu berkat noncash gain dari restrukturisasi utang bank senilai Rp 20,8 triliun. Restrukturisasi ini menghasilkan one off gain Rp 3,9 triliun bagi emiten konstruksi tersebut,” tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya.

Jika item itu dikeluarkan, WIKA masih rugi Rp 2,4 triliun pada kuartal II tahun ini dan Rp 3,5 triliun pada semester I. Ini disebabkan oleh kerugian divestasi perusahaan patungan (JV) sebesar Rp 604 miliar pada kuartal II, lebih besar dari kuartal I yang sebesar Rp 467 miliar dan kuartal II tahun lalu Rp 5 miliar. Lalu, beban bunga membengkak 72,4% secara tahunan menjadi Rp 1,1 triliun.

Prospek Usaha dan Target Harga

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengungkapkan, saat ini penyehatan kondisi keuangan sudah berjalan on the track. Walaupun, masih akan memerlukan banyak waktu untuk dapat lari kencang.

Sebab, selain sebagai korporasi yang berorientasi pada keuntungan (profit oriented) atau value creator, menurut Mahendra WIKA merupakan agent of development sehingga perseroan perlu menyeimbangkan kedua fungsi tersebut.

Sesuai rencana, WIKA bakal membayar utang sejumlah Rp 896 miliar sejalan dengan tanggal jatuh tempo yang diperjanjikan dalam perjanjian perwaliamanatan yaitu 8 September 2024.  Hingga sekarang, WIKA tetap membayar bunga secara tepat waktu kepada para pemegang obligasi dan sukuk. Terakhir, emiten berkode saham WIKA  tersebut telah membayar bunga obligasi dan sukuk PUB I tahap I tahun 2021 sebesar Rp 42,8 miliar.

Dengan berbagai pertimbangan, Mandiri Sekuritas menetapkan target harga saham WIKA sebesar Rp 580 untuk setahun ke depan.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wijaya-karya #saham-wika #msci #saham-wijaya-karya #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372122/saham-wijaya-karya-wika-diburu-garagara-apa