Saham Ini Tiba-tiba Melambung, Lo Kheng Hong Pernah Cuan Gede

Saham Ini Tiba-tiba Melambung, Lo Kheng Hong Pernah Cuan Gede

Setelah selalu memerah pada 28-30 Agustus, saham ini tiba-tiba melambung di sesi I perdagangan 2 September. - Halaman all

(InvestorID) 02/09/24 09:58 14865929

JAKARTA, investor.id - Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) tiba-tiba melejit pada awal sesi I perdagangan 2 September 2024. Di sekitar pukul 09.45 WIB saham ini ada di Rp 1.575 atau mengalami kenaikan 7,88%.

Padahal saham Indika Energy selalu diparkir memerah pada perdagangan 28, 29, dan 30 Agustus pekan lalu, masing-masing -0,96%, -2,60%, dan -2,67%.

Indika Energy (INDY) sendiri mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sejumlah US$ 21,01 juta sepanjang semester I-2024. Angka laba bersih tersebut anjlok 76,60% dari raihan US$ 89,80 juta pada periode yang sama tahun 2023 silam.

Laba per saham juga jatuh ke posisi US$ 0,0040 per 30 Juni 2024. Dari sebelumnya di angka US$ 0,0172 pada periode yang sama tahun 2023.

Indika Energy (INDY) mencatatkan penurunan pendapatan menjadi US$ 1,19 miliar dalam periode Januari-Juni 2024. Ketimbang raihan US$ 1,67 miliar pada enam bulan pertama tahun 2023.

Lo Kheng Hong

Indika Energy (INDY) sempat menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2023 pada 6 Mei 2024.

Saat dikonfirmasi kala itu, Lo Kheng Hong mengaku tak menghadiri RUPST Indika tersebut. Alasan Pak Lo – sapaan akrabnya – tidak hadir di RUPST Indika Energy karena hanya memiliki sedikit sahamnya. “Cuma punya sedikit, malas datang,” papar Pak Lo pada 6 Mei 2024.

Sebagaimana diketahui, Pak Lo pernah memegang saham INDY dalam jumlah besar. Kemudian menjualnya dan memperoleh keuntungan gede. Hal itu terjadi beberapa tahun lalu.

Pada sebuah podcast, Pak Lo menyatakan, dirinya banyak berinvestasi di sektor batu bara sejak lama. Pada 2016, ia menjadi pemegang saham terbesar nomor empat di Indika Energy.

“Jadi ketika harga sahamnya jatuh ke Rp 100-an, Rp 110, saya membeli. Ketika harganya Rp 110 itu, nilai buku per sahamnya Rp 1.600. Ini juga Mercy harga Bajaj, jadi saya membeli. Jadi pemegang saham nomor empat terbesar di Indika Energy,” papar Lo Kheng Hong.

Dia menyebutkan, setelah dua tahun memegang saham Indika, akhirnya dia menjualnya di kisaran harga Rp 4.000.

“Dan, setelah dua tahun kemudian, harga batu bara yang US$ 50 menjadi US$ 100 dan harga saham itu naik menjadi Rp 4.500 dan saya menjualnya di harga Rp 4.000 dan untung 4.000% dalam dua tahun,” imbuh Lo Kheng Hong.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #lo-kheng-hong #indika-energy #saham-indy #saham-lo-kheng-hong #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372102/saham-ini-tibatiba-melambung-lo-kheng-hong-pernah-cuan-gede