IHSG Terpuruk Gara-gara Banjir Sentimen Negatif
Pilarmas menjelaskan, IHSG hari ini terpuruk gara-gara banjir sentimen negatif, baik dari eksternal maupun dalam negeri, apa saja? - Halaman all
(InvestorID) 03/09/24 13:10 14875505
JAKARTA, investor.id– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal 56,29 poin (0,73%) ke level 7.638 pada penutupan sesi I, Selasa (3/9/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini terpuruk gara-gara banjir sentimen negatif, baik dari eksternal maupun dalam negeri.
Pilarmas menjelaskan, dari eksternal, IHSG terseret pelemahan indeks saham Asia yang tampaknya menantikan rilis data Amerika Serikat (AS) sehubungan dengan data manufaktur yang akan rilis Selasa waktu setempat. Ditambah lagi, data laporan ekonomi akhir pekan ini terkait data nonfarm payrolls.
“Pasar berpandangan data-data tersebut akan kembali menjadi bahan pertimbangan The Fed sehubungan dengan pemangkasan suku bunga acuannya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (3/9/2024).
Sentimen lainnya, Pilarmas menyebut, pasar juga menantikan arah kebijakan pemerintah China untuk memberikan stimulus ditengah perlambatan ekonominya. Hal ini di latar belakangi tanda-tanda baru masalah ekonomi di China.
Berdasarkan data dari National Bureau of Statistics China pada hari Sabtu pekan kemarin menunjukkan aktivitas pabrik China telah mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut pada bulan Agustus di level 49,1 dari bulan sebelumnya 49,4.
“Hal itu sebagai sinyal terbaru bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu mungkin kesulitan untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Sehingga pasar berharap adanya urgensi stimulus
pemerintah China di tengah situasi ancaman aktivitas ekonomi masih lemah sehingga ini akan berdampak pada perlambatan ekonominya,” tambah Pilarmas.
Dari dalam negeri, Pilarmas mengatakan, tampaknya dipengaruhi bayangan aksi profit taking setelah reli IHSG yang mencatatkan all time high (ATH). Ditambah lagi, respons pelaku pasar seiring indeks manufaktur kembali di zona kontraksi.
PMI Terkontraksi
Terkontraksinya indeks manufaktur tentunya menjadi perhatian pasar dimana PMI manufaktur Indonesia tercatat kembali mengalami kontraksi yakni di level 48,9 atau turun 0,4 poin dibandingkan bulan Juli 2024 yang berada di level 49,3.
“Kontraksi PMI Manufaktur tersebut seiring dengan dipengaruhi oleh penurunan pada output dan permintaan baru,” jelas Pilarmas.
Di sisi lain, lanjut Pilarmas, pasar juga memiliki pandangan ini juga tidak terlepas dari potensi kualitas daya beli masyarakat yang tampaknya turun. Tentunya ini akan berdampak pada kontribusi terhadap PDB nasional dan juga ketenagakerjaan mengingat industri manufaktur masih menjadi pendorong utama perekonomian nasional.
“Pasar berharap ada peran pemerintah sehubungan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung sektor manufaktur dan juga untuk mencegah terjadinya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” ucap Pilarmas.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar INTD, AKSI, PGLI, TAXI, INDX. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar KPIG, UANG, BCAP, IKBI, LUCK.
Pilarmas merekomendasikan saham AHAP untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan AHAP buy dengan support dan resistance di level 116 -125,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-hari-ini #indeks-harga-saham-gabungan #sentimen-ihsg #sentimen-negatif-ihsg #pilarmas #pmi-manufaktur #indeks-saham-asia #pemangkasan-suku-bunga #data-ekono
https://investor.id/market/372247/ihsg-terpuruk-garagara-banjir-sentimen-negatif