Saham Bumi Resources (BUMI) Naik Terus, Ternyata Masih Murah
Saham Bumi Resources (BUMI) terus menanjak. Meski demikian, harga saham BUMI ternyata masih murah alias undervalued. - Halaman all
(InvestorID) 03/09/24 16:32 14877437
JAKARTA, investor.id – Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan batu bara milik Grup Bakrie dan Grup Salim, terus menanjak. Meski demikian, harga saham BUMI ternyata masih murah alias undervalued.
Price to earning ratio (PER) BUMI sebesar 12,35 kali per 2 September 2024, berdasarkan data RTI. Sebagai perbandingan, PER BYAN mencapai 45 kali, HRUM 15 kali, INDY 12 kali, PTBA 8 kali, ITMG 8 kali, dan ADRO 5 kali.
Jika laba Bumi Resources pada semester I-2024 dihitung secara proporsional (prorata) untuk setahun penuh, labanya bisa di kisaran US$ 170 juta. Bahkan dapat mencapai US$ 200 juta, bila keadaan mendukung.
“Itu menyiratkan laba per saham (earnings per share/EPS) sebesar 7-8,3,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava dalam penjelasannya, yang dikutip pada Selasa (3/9/2024).
Menurut Dileep, EPS juga berlaku untuk PER emiten batu bara lain. Dibandingkan BYAN, BUMI sekitar 5,5-6,5 kali alias relatif sangat murah. Begitu juga dengan HRUM, BUMI 2 kali lebih murah. Selanjutnya dibandingkan INDY, BUMI tetap masih murah 30%. Namun, dengan ADRO, BUMI saat ini dinilai terlalu tinggi (overvalued) hampir 2 kali.
“PER rata-rata industri batu bara sekitar 18 kali, maka saham BUMI dinilai terlalu rendah sekitar 2 kali,” ungkap Dileep.
Para analis dan investor, kata dia, tentu dapat melakukan perhitungan sendiri, tergantung BUMI akan dibandingkan dengan siapa. “Berdasarkan cadangan/sumber daya terhadap EV dan kapitalisasi pasar, saham BUMI juga dinilai undervalued,” ujarnya.
Target 2024
Bumi Resources (BUMI) mencatatkan kenaikan produksi batu bara sebesar 7% pada semester I-2024. Penjualan juga naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini, BUMI menargetkan produksi batu bara sebanyak 78-82 juta ton. Hingga semester I-2024, produksi batu bara BUMI mencapai 38 juta ton.
Saat ini, BUMI memiliki cadangan batu bara sebanyak mencapai 2,4 miliar ton. Cadangan batu bara tersebut berasal dari anak usaha BUMI, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, serta aset di Pendopo, Sumatra Selatan. Sedangkan perkiraan potensi sumber daya mencapai 6,81 miliar ton.
Menurut Dileep, KPC memiliki cadangan batu bara sebesar 721 juta ton dan Arutmin sebanyak 327 juta ton. Adapun aset BUMI di Pendopo memiliki cadangan sekitar 1,3 miliar ton.
BUMI menyatakan bahwa pihaknya masih bisa memproduksi batu bara hingga 30 tahun dengan volume produksi mencapai 80 juta ton per tahun. Karena itu, BUMI akan mengoptimalkan pendapatan dan laba bersih dalam jangka panjang dari cadangan yang ada.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-bumi #bumi #bumi-resources #saham-murah #saham-batubara #adro #byan #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/372279/saham-bumi-resources-bumi-naik-terus-ternyata-masih-murah