Kisah Sukses Toko MamaJA, dari Berjualan Masker hingga Jadi Pilihan Utama Ibu Rumah Tangga di Lazada

Kisah Sukses Toko MamaJA, dari Berjualan Masker hingga Jadi Pilihan Utama Ibu Rumah Tangga di Lazada

Pemilik Toko MamaJA, Catheline, membagikan tip pengembangan bisnis yang dijalankannya selama ini. Halaman all

(Kompas.com) 04/09/24 11:02 14886622

KOMPAS.com – Catheline tak pernah menyangka bahwa bisnis kecil yang ia rintis di tengah pandemi Covid-19 akan tumbuh besar. Bermula dari sebuah kebutuhan mendesak di masa sulit, Toko MamaJA lahir untuk menjual masker secara online.

Kala itu, pandemi Covid-19 memaksa banyak orang untuk beradaptasi dengan keadaan, termasuk Catheline dan suaminya, Hendrik. Mereka pun melihat peluang besar dalam penjualan masker lantaran dibutuhkan untuk beraktivitas di luar rumah.

Di tengah segala keterbatasan, Catheline dan Hendrik berhasil mengubah krisis menjadi peluang emas. Bermula dari penjualan masker secara daring, toko yang namanya diambil dari singkatan kedua anak mereka, Justine dan Archie, itu pun mampu berkembang dan menjadi pilihan utama para pelanggan untuk beragam kebutuhan ibu dan anak, mulai dari mainan anak hingga perlengkapan rumah tangga.

Keberhasilan tersebut tidak datang begitu saja. Berbekal pengalaman berjualan sebelumnya serta selalu menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama, Catheline memutuskan membuka toko daring pertama di Lazada.

Di Lazada, Toko MamaJA mencatatkan peningkatan penjualan yang luar biasa. Sejak bergabung pada 2021, jumlah pesanan Toko MamaJA terus bertambah dengan kenaikan yang mencapai puluhan kali lipat setiap bulan berkat kejelian dan semangatnya dalam menjalankan bisnis.

Lantaran catatan penjualannya bagus, Catheline terpilih sebagai salah satu penjual dari Lazada Indonesia yang berkesempatan untuk mengunjungi Alibaba University di Hangzhou, China, dan mendapatkan ilmu-ilmu berjualan online.

Suka berbagi pengalaman bisnis

Kesuksesan tak lantas membuat Catheline bertinggi hati. Ia pun tetap membumi dengan membagikan tip kesuksesan kepada penjual lain. Karena itu pula, ia dipercaya menjadi salah satu pemimpin komunitas penjual Lazada (Lazada Club).

Bagi Catheline, di era digital seperti sekarang, memenangkan hati pelanggan bukanlah hal yang mudah. Meski begitu, bukan berarti tidak ada cara efektif untuk memenangkannya dan meraih kesuksesan di dunia e-commerce.

Menyambut Hari Pelanggan Nasional yang dirayakan tiap 4 September, Catheline membagikan 5 hal penting yang selalu jalankan dalam mengembangkan bisnis.

1. Cermati peluang di tengah tantangan

Jiwa bisnis Catheline telah terasah sejak di bangku sekolah. Saat SMA, ia pernah menjual baju yang dibelinya dari Tanah Abang untuk dijual kembali melalui media sosial Facebook. Setelah menikah, Catheline dan Hendrik menjajal berbagai bisnis, termasuk bisnis handuk. Usaha ini kemudian berkembang menjadi bisnis suvenir.

Ketika pandemi melanda, mereka beralih ke bisnis peralatan kesehatan dan berhasil menembus pasar tender berkat kualitas produk dan layanan yang memuaskan.

Melihat tren belanja online yang semakin meningkat semasa pandemi, Catheline pun memutuskan untuk membuka toko online pertamanya di Lazada. Keputusan ini berbuah manis. Toko MamaJA berkembang pesat dari bisnis rumahan menjadi toko yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan para ibu rumah tangga di Indonesia.

2. Pahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan

Catheline menyadari bahwa beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan adalah kunci utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan di era digital. Hal ini sejalan dengan hasil riset Salesforce (2023) yang menunjukkan bahwa 65 persen pelanggan berharap penjual mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi mereka yang terus berubah.

dok. Lazada Meski sudah memiliki tim sendiri, Catheline tetap memegang kendali penuh atas strategi bisnis, termasuk analisis pasar dan optimasi algoritma Toko MamaJA.

Lantaran mayoritas pelanggannya merupakan perempuan dan sebagian besar ibu rumah tangga, Catheline memutuskan untuk menyediakan lebih banyak variasi produk di Toko MamaJA, mulai dari kebutuhan rumah tangga, perlengkapan sekolah, hingga mainan anak.

Langkah itu tidak hanya mempertahankan loyalitas pelanggan lama, tetapi juga menarik pelanggan baru.

3. Selalu berusaha lebih demi kepuasan pelanggan

Selama pandemi, Catheline sering kali harus memutar otak demi memenuhi permintaan yang tinggi, terutama ketika stok barang semakin langka. Ia bahkan rela "blusukan" untuk mencari pemasok baru yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Catheline juga secara rutin melakukan evaluasi terhadap tokonya dan memastikan harga dan variasi produk tetap kompetitif. Selain itu, selalu memperhatikan penggunaan kata kunci yang tepat agar Toko MamaJA selalu muncul di halaman pertama pencarian ketika pelanggan mencari produk-produk masker dan kebutuhan rumah tangga.

Meski berperan ganda sebagai ibu dari dua anak, Catheline tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggannya.

"Saat liburan, saya tetap meluangkan waktu untuk mengelola toko online saat anak-anak sedang tidur. Memiliki toko online di e-commerce menuntut untuk selalu siap sedia. Tak ada kata libur," tuturnya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (3/9/2024).

4. Kepercayaan pelanggan adalah prioritas utama

Kepercayaan adalah fondasi dari setiap bisnis yang berkelanjutan. Survei "Voice of the Consumer" yang dilakukan PwC pada Juni 2024 menunjukkan bahwa 39 persen pelanggan memilih penjual yang menawarkan harga sepadan (value for money) dan 25 persen pelanggan loyal kepada penjual dengan reputasi yang baik.

Catheline memahami hal tersebut. Di tengah peningkatan permintaan peralatan kesehatan saat pandemi, Toko MamaJA memilih untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga tinggi atau menimbun barang.

"Prinsip kami adalah boleh untung, tetapi tidak boleh sampai merugikan orang lain," jelas Catheline.

Baginya, kepercayaan pelanggan merupakan prioritas utama yang harus dijaga dalam membangun bisnis yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi sesama.

5. Jangan berhenti belajar dan berinovasi

Meski sudah memiliki tim sendiri, Catheline tetap memegang kendali penuh atas strategi bisnis, termasuk analisis pasar dan optimasi algoritma. Ia percaya bahwa kemauan untuk terus belajar adalah kunci kesuksesan sebagai penjual di e-commerce.

"Lazada memang menyediakan banyak fitur untuk membantu penjual meningkatkan performa toko, tapi pada akhirnya kita sendirilah yang menentukan kesuksesan," ucapnya.

Peran aktifnya di komunitas penjual Lazada Club juga membantunya untuk terus berkembang dengan berbagi ilmu, bertukar pikiran, dan berdiskusi bersama jejaring penjual Lazada dari berbagai penjuru Indonesia.

Sebagai salah satu platform e-commerce di Indonesia, Lazada berkomitmen untuk mendukung para penjualnya melalui fitur yang inovatif dan jejaring komunitas yang solid.

Chief Business Officer Lazada Indonesia Stefan Winata mengatakan, Lazada berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belanja online terbaik bagi para pelanggan. Salah satunya dengan terus memberdayakan penjual melalui pengembangan fitur dan layanan yang berkelanjutan serta jejaring komunitas yang solid.

“Melalui dukungan ini, penjual dapat mengoptimalkan toko online-nya dan menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah,” kata Stefan.

Catheline memiliki visi besar untuk menjadikan Toko MamaJA sebagai solusi belanja terlengkap bagi para pelanggannya. Dengan terus berinovasi dan menempatkan kepuasan serta kepercayaan pelanggan sebagai prioritas utama, ia berharap dapat membangun bisnis yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

#umkm #lazada #pengembangan-bisnis #tip-bisnis-pemula

https://money.kompas.com/read/2024/09/04/110200226/kisah-sukses-toko-mamaja-dari-berjualan-masker-hingga-jadi-pilihan-utama-ibu