GOTO Tutup Operasional di Vietnam, Kenapa?
GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) memutuskan untuk menutup wilayah operasional di Vietnam efektif mulai 16 September 2024. Kenapa? - Halaman all
(InvestorID) 04/09/24 17:15 14887425
JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan bahwa perseroan telah mengambil keputusan untuk menutup wilayah operasional di Vietnam efektif mulai 16 September 2024.
“Perseroan telah mengambil keputusan bisnis strategis untuk mempertegas fokus perusahaan dalam mengembangkan dan memperkuat kegiatan operasional yang dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan secara berkelanjutan,” ungkap Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani dalam keterangan tertulis, Rabu (4/9/2024).
Dia menegaskan, hal itu sejalan dengan komitmen GOTO untuk mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang, serta perseroan akan terus berinvestasi pada hal-hal yang dapat menghasilkan pertumbuhan, dengan tetap berkomitmen pada target impas EBITDA yang disesuaikan pada 2024.
“Penutupan wilayah operasional di Vietnam akan mengikuti peraturan dan prosedur setempat,” sebut dia.
Bagi GOTO, Vietnam adalah pasar yang sangat terfragmentasi, dengan banyak pemain di bidang transportasi dan pengiriman makanan. Bisnis di Vietnam berkontribusi kurang dari 0,5% dari GTV Grup GOTO dan 2% dari GTV bisnis on demand services pada kuartal II-2024.
Karena itu, keputusan bisnis tersebut dinilai tidak akan berdampak negatif secara material pada kegiatan operasional, kinerja bisnis, dan kondisi keuangan GOTO secara menyeluruh.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
GOTO tengah ekspansi lini produk on demand service (ODS) untuk mendorong pertumbuhan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) dan momentum EBITDA.
Pengguna GOTO tumbuh 26% yoy pada kuartal II-2024, yang disokong oleh pengaktifan kembali pengguna lama dan akuisisi pengguna baru, dengan 25% dari para pengguna tersebut memilih opsi Mode Hemat.
“Menurut GOTO, biaya akuisisi pelanggan (customer acquisition cost/CAC) untuk pengguna baru memengaruhi hasil pada kuartal II-2024. Hal itu tercermin pada adjusted EBITDA yang lebih rendah sebesar Rp 90 miliar untuk ODS atau turun 46% qoq,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya.
Namun, kata Niko, manajemen GOTO mengindikasikan bahwa EBITDA bulanan pada kuartal III-2024 telah kembali ke run rate kuartal I-2024, yang menunjukkan kemajuan dalam pemulihan biaya akuisisi pelanggan.
Sedangkan rasio biaya berulang/GTV turun sebesar 50, 120, dan 17 bps yoy di GOTO, ODS, dan GoTo Financial (GTF) pada semester I-2024. Itu menunjukkan bahwa akuisisi pelanggan dapat membuka leverage.
Sementara itu, di lini bisnis GoTo Financial, GTV inti pada kuartal II-2024 mencapai Rp 56,2 triliun, tumbuh 16,1% qoq atau melonjak 64,8% yoy, dengan total GTV termasuk saldo pinjaman sebesar Rp 3,5 triliun atau 6% dari GTV inti. GOTO menargetkan pertumbuhan pinjaman sekitar 20% qoq pada kuartal mendatang.
Adapun aplikasi Gopay yang dikelola GoTo Financial mencatatkan rata-rata 1,8 juta unduhan per bulan selama 2023-2024, dengan 25 juta pengguna aktif dan penggunaan yang relatif kuat dibandingkan fintech lainnya.
Dengan berbagai pertimbangan, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham GOTO, karena memiliki prospek pertumbuhan yang menarik. Namun, target harga saham GOTO diturunkan menjadi Rp 90 dari sebelumnya Rp 120.
Penurunan target harga saham GOTO oleh BRI Danareksa Sekuritas karena sekuritas ternama itu mengubah penilaian dengan menggunakan pendekatan discounted cash flow (DCF) dari sebelumnya yang menerapkan price to sales (P/S) multiple, dengan asumsi CAGR 6% selama periode 2024-2034 untuk GTV ODS dan GoTo Financial.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #goto #goto-vietnam #saham-goto #tokopedia #vietnam #go-jek #rekomendasi-saham #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/372404/goto-tutup-operasional-di-vietnam-kenapa