Saham Emiten Anthoni Salim Tetiba Melonjak, Efeknya ke Mana-mana

Saham Emiten Anthoni Salim Tetiba Melonjak, Efeknya ke Mana-mana

Saham emiten Anthoni Salim ini tetiba melonjak ARA dalam dua hari terakhir. - Halaman all

(InvestorID) 05/09/24 07:54 14894564

JAKARTA, investor.id - Emiten dengan penerima manfaat akhir Anthoni Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) tiba-tiba sahamnya melonjak.

Pada perdagangan 4 September 2024 kemarin, saham ini melambung 19,68% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 7.450 yang juga menjadi level tertingginya sepanjang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebanyak 26,2 ribu saham DNET ditransaksikan, frekuensi hanya 67 kali, dan nilai transaksi Rp 193,27 juta. Sebelumnya, pada perdagangan 3 September, saham Indoritel dengan kode DNET juga melesat ARA 19,71%. Dalam sepekan terakhir saham DNET melejit 43,27%.

Lonjakan saham DNET efeknya ke mana-mana. Ya, saham ini masuk top leaders IHSG kemarin di nomor 4 dengan memberikan kontribusi +6,35 poin. Adapun nilai kapitalisasi pasar DNET Rp 105,67 triliun.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan pengumuman unusual market activity (UMA) atas saham DNET. Lantaran terjadi peningkatan harga di luar kebiasaan.

“Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA),” jelas pengumuman BEI tertanggal 4 September 2024.

BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut.

Indoritel Makmur merupakan perusahaan holding investasi. Tumbuh berkembangnya kinerja perseroan tak akan bisa lepas dari kinerja entitas anak maupun asosiasi.

Induk Indomaret

Perseroan mengembangkan investasi melalui kepemilikan pada entitas anak, yaitu PT Mega Akses Persada (FiberStar), yang berfokus pada pengembangan infrastruktur jaringan serat optik.

Di samping itu, DNET juga mengembangkan investasi pada 3 entitas asosiasi, yaitu PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang bergerak di bidang usaha perdagangan eceran, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengembangkan bisnis restoran cepat saji dengan brand ternama Kentucky Fried Chicken (KFC), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang bergerak pada industri roti dengan brand Sari roti.

Sepanjang semester I-2024, DNET membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 444,89 miliar. Angka laba bersih itu turun dari periode yang sama tahun 2023 yang berjumlah Rp 459,46 miliar.

Jumlah pemegang saham Indoritel (DNET) per 31 Juli 2024 hanya sebanyak 983 pihak. Anthoni Salim menggenggam secara langsung 25,3% saham DNET. Selain itu ada PT Megah Eraraharja yang memegang 20,13% saham DNET.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #anthoni-salim #indoritel-makmur-internasional #saham-dnet #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372466/saham-emiten-anthoni-salim-tetiba-melonjak-efeknya-ke-manamana