Panas Saham Emiten Anthoni Salim, Tiba-tiba Melambung 105%

Panas Saham Emiten Anthoni Salim, Tiba-tiba Melambung 105%

Saham emiten Anthoni Salim (DNET) lagi-lagi melonjak pada awal sesi I perdagangan 6 September. - Halaman all

(InvestorID) 06/09/24 09:36 14907466

JAKARTA, investor.id - Saham emiten dengan penerima manfaat akhir Anthoni Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) kembali melejit pada awal sesi I perdagangan 6 September 2024.

Di sekitar pukul 09.25 WIB dipantau, saham ini sudah melambung 19,89% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 10.700, dan merupakan level tertingginya sepanjang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham ini tengah memanas karena tiga hari bursa sebelumnya juga selalu ARA, yakni pada 3, 4, dan 5 September masing-masing +19,71%, +19,68%, dan +19,80%. Dalam sepekan terakhir saham ini mendadak melambung 105,77%. Nilai kapitalisasi pasar alias market cap DNET menjadi Rp 151,76 triliun.

Saham DNET pada perdagangan 5 September kemarin sempat kena \'tato\' unusual market activity (UMA) karena peningkatan harga di luar kebiasaan. Tapi pada perdagangan 6 September, \'tato\' tersebut sudah hilang.

Jumlah pemegang saham Indoritel (DNET) per 31 Juli 2024 hanya sebanyak 983 pihak. Anthoni Salim menggenggam secara langsung 3.588.278.023 (25,3%) saham DNET. Selain itu ada PT Megah Eraraharja yang memegang 20,13% saham DNET. Anthoni Salim merupakan penerima manfaat akhir dari DNET.

Perusahaan Holding

Indoritel Makmur merupakan perusahaan holding investasi. Tumbuh berkembangnya kinerja perseroan tak akan bisa lepas dari kinerja entitas anak maupun asosiasi.

Perseroan mengembangkan investasi melalui kepemilikan pada entitas anak, yaitu PT Mega Akses Persada (FiberStar), yang berfokus pada pengembangan infrastruktur jaringan serat optik.

Sementara itu, dirumorkan bahwa Grup Salim tertarik mengambil bagian dalam entitas bisnis hasil merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Menurut kabar yang beredar, Grup Salim akan masuk melalui PT Mega Akses Persada yang merupakan anak usaha PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET).

Di samping itu, DNET juga mengembangkan investasi pada 3 entitas asosiasi, yaitu PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang bergerak di bidang usaha perdagangan eceran, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengembangkan bisnis restoran cepat saji dengan brand ternama Kentucky Fried Chicken (KFC), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang bergerak pada industri roti dengan brand Sari roti.

Sepanjang semester I-2024, DNET membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 444,89 miliar. Angka laba bersih itu turun dari periode yang sama tahun 2023 yang berjumlah Rp 459,46 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #anthoni-salim #indoritel-makmur-internasional #saham-dnet #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372621/panas-saham-emiten-anthoni-salim-tibatiba-melambung-105