Wall Street Jeblok, Catat Pekan Terburuk

Wall Street Jeblok, Catat Pekan Terburuk

Wall Street jeblok pada Jumat (6/9/2024), catat pekan terburuk. Ketika investor mengevaluasi dampak dari laporan data ketenagakerjaan AS - Halaman all

(InvestorID) 07/09/24 05:27 14916826

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street jeblok pada Jumat (6/9/2024), mencatatkan pekan terburuk. Ketika investor mengevaluasi dampak dari laporan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lemah pada Agustus dan menjual saham-saham teknologi utama.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 anjlok 1,73% menjadi 5.408,42, sementara Nasdaq Composite terpangkasn 2,55% ke 16.690,83. Indeks yang didominasi oleh saham teknologi ini mengakhiri sesi lebih dari 10% di bawah rekor tertinggi penutupannya. Sedangkan Dow Jones Industrial Average juga jatuh 410,34 poin (1,01%) dan berakhir di 40.345,41.

Emily Roland, Kepala Strategi Investasi di John Hancock Investment Management, mengatakan, hal itu didorong oleh sentimen, sebagian besar terkait dengan kekhawatiran tentang pertumbuhan. "Pasar berfluktuasi antara apakah berita buruk benar-benar buruk, atau justru bisa jadi baik, dengan harapan bahwa The Fed akan bertindak lebih agresif daripada yang diperkirakan pasar," ungkapnya.

Saham teknologi raksasa mengalami penurunan signifikan karena investor menjual aset berisiko di tengah meningkatnya kekhawatiran kesehatan ekonomi AS.

Saham Amazon anjlok 3,7%, sementara Alphabet jatuh 4%. Saham Meta Platforms juga kehilangan lebih dari 3%. Broadcom anjlok 10% setelah memberikan panduan kuartal yang mengecewakan. Saham semikonduktor lainnya turut jatuh, dengan Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing turun sekitar 4%. ETF VanEck Semiconductor (SMH) merosot 4% dan mencatatkan pekan terburuknya sejak Maret 2020.

Pergerakan Jumat menutup pekan yang bergejolak di pasar saham. S&P 500 mencatatkan penurunan 4,3%, pekan terburuk sejak Maret 2023. Nasdaq jatuh 5,8%, mencatatkan pekan terburuk sejak 2022, sementara Dow Jones ambles 2,9%.

Data Ketenagakerjaan AS

Data Ketenagakerjaan AS untuk Agustus yang baru menambah kekhawatiran terhadap melambatnya pasar tenaga kerja. Serangkaian data lemah memicu kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi, mengguncang pasar, dan menurunkan selera risiko dalam beberapa pekan terakhir.

Nonfarm payrolls tumbuh sebesar 142 ribu, lebih rendah dari perkiraan 161 ribu yang diantisipasi oleh para ekonom. Namun, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2%, sesuai dengan ekspektasi.

"Secara umum, pasar sedang mencari arah, dan itu akan datang dari The Fed," kata Charles Ashley, Manajer Portofolio di Catalyst Capital Advisors.

Investor secara luas memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya sebesar seperempat poin persentase pada akhir pertemuan kebijakan bulan ini. Namun, tren pasar tenaga kerja yang melemah meningkatkan taruhan bahwa bank sentral mungkin akan mengambil langkah yang lebih besar.

Traders terpecah dalam memperkirakan apakah Fed akan memangkas suku bunga sebesar seperempat atau setengah poin persentase, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #nasdaq #dow-jones #s-p-500 #data-ketenagakerjaan-as #nonfarm-payrolls-as #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372710/wall-street-jeblok-catat-pekan-terburuk