7-Eleven Tolak Tawaran Akuisi Rp 595 Triliun dari Induk Circle K
Induk jaringan toko 7-Eleven menolak tawaran akuisisi saham Rp 595 triliun dari Alimentation Couche-Tard Kanada yang mengoperasikan Cicle K. Halaman all
(Kompas.com) 07/09/24 23:17 14921025
KOMPAS.com - Seven & I Holdings, yang merupakan pemegang waralaba 7-Eleven, menolak proposal penawaran akuisisi saham dari Alimentation Couche-Tard pada bulan lalu.
Mengutip Fox Business, Sabtu (7/9/2024), keputusan menolak secara mentah-mentah oleh dewan direksi dan pemegang saham dirilis setelah mereka mempertimbangkan masukan dari komite khusus yang sengaja dibentuk perusahaan menyusul tawaran pembelian saham dari Alimentation Couche-Tard.
Alimentation Couche-Tard sendiri merupakan perusahaan ritel raksasa asal Kanada yang menjalankan jaringan toko Circle K, Ingo, dan Couche Tard.
Chairman Seven & I Holdings, Stephen Dacus mengatakan, ada beberapa alasan proposal akuisisi ditolak oleh perusahaannya. Salah satunya terkait nilai akuisisi dan perbedaan strategi bisnis ke depan.
Seven & I Holdings sendiri saat ini mengoperasikan jaringan minimarket dan swalayan sebanyak 85.000 di berbagai negara. Nilai kapitalisasi perusaan asal Jepang ini mencapai 5,56 triliun yen.
Sementara mengutip CNN, direksi dan pemegang saham Seven & I Holdings sebenarnya selalu bersungguh-sungguh mempertimbangkan semua proposal akuisisi maupun merger yang masuk, jika memang itu menguntungkan.
Namun untuk penawaran dari Alimentation Couche-Tard, Seven & I Holdings menolaknya dengan tegas karena alasan proposal yang diajukan dianggap merugikan nilai intrinsik perusahaan.
"Kami akan menolak proposal apa pun yang menghilangkan nilai instrinsik perusahaan dari pemegang saham kami," tulis manajemen Seven & I Holdings.
Beberapa waktu lalu, Seven & I Holdings mengonfirmasi bahwa Alimentation Couche-Tard menawarkan proposal pembelian seluruh saham beredar dengan harga 14,86 dollar AS per lembarnya.
Menurut perhitungan Reuters, dengan jumlah saham yang ada saat ini, maka bila kedua perusahaan mencapai kesepakatan, total transaksi akuisisi ini bisa mencapai 38,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 595,15 triliun (kurs Rp 15.450).
Financial Times juga sebelumnya juga melaporkan bahwa pada Kamis, 5 September 2024, Seven & I Holdings masih membuka kemungkinan penawaran saham dengan nilai yang lebih tinggi dari yang ditawarkan Alimentation Couche-Tard.
Nilai saham Seven & I Holdings sempat melonjak tinggi pasca-tersiarnya kabar akuisisi.
Selain harga saham yang belum disepakati, penyebab lain penolakan proposal adalah Seven & I Holdings juga menuntut agar Alimentation Couche-Tard bisa membantu mengatasi masalah yang dihadapi bisnis perusahaan yang tengah \'digoyang\' di Amerika Serikat (AS).
Namun dalam proposal yang ditawarkan, limentation Couche-Tard tidak banyak memberikan solusi atas tuntutan hukum UU anti-monopoli yang dihadapi 7-Eleven.
Diketahui, Seven & I Holdings tengah menghadapi ancaman tuntutan hukum di Negeri Paman Sam. Perusahaan ini menguasai hampir seperlima jaringan toko swalayan di AS, membuat perusahaan Jepang itu menghadapi ancaman dari regulator antimonopoli.
Seven & I Holdings mengoperasikan lebih dari 83.000 toko di seluruh dunia, jaringan toko 7-Eleven paling besar salah satunya berada di AS.
Masih di AS, Seven & I Holdings juga mengoperasikan jaringan SPBU bernama Speedway. Seven & I Holdings membeli jaringan SPBU Speedway dari Marathon Petroleum seharga 21 miliar dollar AS pada tahun 2021.
Seven & I Holdings sendiri awalnya adalah perusahaan yang didirikan di Dallas, Texas, AS. Namun kemudian beralih menjadi perusahaan yang berbasis di Tokyo setelah pengelolaannya beralih ke pengusaha Jepang, Masatoshi Ito.
Masatoshi Ito dianggap sangat berjasa mengubah 7-Eleven dari yang awalnya merupakan jaringan toko kecil di Texas, menjadi perusahaan merek global yang ada di berbagai negara. Ia sendiri meninggal pada tahun lalu di usia 98 tahun.