Harga Minyak Anjlok 2%, Catat Penurunan Mingguan Terbesar

Harga Minyak Anjlok 2%, Catat Penurunan Mingguan Terbesar

Harga minyak anjlok lebih dari 2% pada Jumat (6/9/2024), mencatat penurunan mingguan terbesar. Setelah rilis data ketenagakerjaan AS - Halaman all

(InvestorID) 07/09/24 04:54 14925780

NEW YORK,investor.id - Harga minyak anjlok lebih dari 2% pada Jumat (6/9/2024), mencatat penurunan mingguan terbesar. Setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Agustus menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan. Hal ini mengimbangi dukungan harga yang sebelumnya diperoleh dari penundaan peningkatan pasokan oleh produsen OPEC+.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent anjlok US$ 1,63 (2,24%) menjadi US$ 71,06 per barel, level terendah sejak Desember 2021. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh US$ 1,48 (2,14%) menjadi US$ 67,67 per barel, level terendah sejak Juni 2023.

Selama seminggu, Brent terpangkas 10%, sementara WTI ambles sekitar 8%.

Data pemerintah AS menunjukkan bahwa peningkatan pekerjaan pada Agustus lebih rendah dari yang diperkirakan, tetapi penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,2% mengindikasikan perlambatan pasar tenaga kerja yang tertata. Hal ini mungkin tidak memerlukan pemangkasan suku bunga yang besar dari The Fed pada bulan ini.

"Laporan pekerjaan sedikit lemah dan menunjukkan bahwa ekonomi AS sedang mengalami penurunan," kata Bob Yawger, direktur eksekutif energi berjangka di Mizuho.

Yawger menambahkan, kekhawatiran tentang permintaan dari China juga terus menekan harga minyak.

Pada Kamis (5/9/2024), harga Brent mencapai level terendah sejak Juni 2023, meskipun ada penurunan stok minyak AS dan keputusan OPEC+ untuk menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan.

Stok Minyak AS

Stok minyak mentah AS turun 6,9 juta barel menjadi 418,3 juta barel minggu lalu, dibandingkan dengan penurunan yang diproyeksikan sebesar 993 ribu barel menurut jajak pendapat Reuters.

Sinyal bahwa faksi-faksi yang berseteru di Libya mungkin semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan yang telah menghentikan ekspor minyak negara tersebut juga menekan harga minyak minggu ini. Ekspor sebagian besar masih ditutup, tetapi beberapa pengiriman dari penyimpanan telah diizinkan.

Bank of America menurunkan perkiraan harga Brent untuk paruh kedua 2024 menjadi US$ 75 per barel dari sebelumnya hampir US$ 90, dalam catatan yang dirilis pada Jumat. Dengan alasan peningkatan stok global, pertumbuhan permintaan yang lebih lemah, dan kapasitas produksi cadangan OPEC+.

Jumlah rig minyak aktif di AS, yang merupakan indikator awal untuk produksi masa depan, tetap tidak berubah pada angka 483 minggu ini, menurut laporan dari perusahaan jasa energi Baker Hughes pada Jumat.

Sementara itu, manajer investasi mengurangi posisi net long mereka pada minyak mentah berjangka dan opsi AS dalam minggu yang berakhir pada 3 September, menurut Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC).

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #stok-minyak #data-ketenagakerjaan-as #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #opec #minyak-libya #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372709/harga-minyak-anjlok-2-catat-penurunan-mingguan-terbesar