RI Gandeng Investor dari Korsel untuk Kembangkan Bandara Komodo
Pemerintah sudah mengajak swasta asing maupun dalam negeri untuk berinvestasi dalam pengembangan Bandara Komodo. Halaman all
(Kompas.com) 07/09/24 17:00 14925860
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah akan menggandeng investor dari Korea Selatan (Korsel) untuk pengembangan lebih lanjut dari Bandara Komodo yang berada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Budi, langkah tersebut dilakukan jika anggaran dari pemerintah tidak mencukupi untuk pengembangan infrastruktur.
"Ya (akan menggandeng Korea Selatan). Jadi kalau kita sudah butuh membangun lagi tapi anggaran pemerintah tidak ada maka kita menggandeng swasta," ujar Budi di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/9/2024).
"Di antaranya adalah Labuan Bajo. Labuan Bajo kan baru kita bangun terminal dalam negeri, yang luar negeri belum. Tapi sementara ini beroperasi luar negeri tapi terbatas. Tapi nanti yang akan datang investor luar untuk mengembangkan," jelasnya.
Sebelumnya, Budi sudah mengajak swasta asing maupun dalam negeri untuk berinvestasi dalam pengembangan Bandara Komodo.
Adapun skema pendanaannya dapat menggunakan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Kita sedang mencari local partner dan international partner agar kreatif financing bisa dilakukan di Bandara Labuan Bajo ini. Kita yakini bahwa Labuan Bajo adalah the next of Bali," ujarnya di Park Hyatt, Jakarta, pada 14 Mei 2024.
Dia mengungkapkan, bandara yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) ini berukuran kecil namun cukup besar potensinya untuk dikembangkan.
Mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi wisata yang populer dan kerap menjadi tempat perhelatan internasional seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN 2023.
"Bandaranya kecil tapi bagus," kata Menhub.
Dia menambahkan, pemerintah juga membuka kesempatan bagi para investor yang ingin bekerja sama di pembangunan infrastruktur transportasi baik di laut, darat, udara, maupun kereta api.
"Kami membuka diri mengundang swasta untuk mengelola sehingga yang selama ini kami harus keluar dari project kami untuk membuat investasi itu bisa tergantikan dari swasta. Tentunya kami berusaha untuk memberikan regulasi yang lebih mudah," tuturnya.
Mengutip laman Indonesia.go.id, Bandara Komodo yang berdiri sejak 2015 sempat diperluas pada 2020-2021 dengan nilai investasi sebesar Rp 3 triliun.
Pada 21 Juli 2022, landasan pacu Bandara Komodo diperpanjang dari sebelumnya berukuran 2.450 meter x 45 meter menjadi 2.650 meter x 45 meter.
Perpanjangan itu membuat bandara yang berdiri di atas lahan seluas 114,1 hektare mampu didarati pesawat berbadan sempit (narrow body) seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320.
Bagian apron yang digunakan sebagai parkir pesawat juga turut diperluas menjadi ukuran 310 meter x 100 meter sehingga dapat menampung 4 pesawat badan sempit dan 3 pesawat baling-baling. D
Dengan perluasan itu maka Bandara Komodo mampu melayani 28 pergerakan pesawat dalam sehari.
Bangunan terminal penumpang juga diperluas menjadi 13.366 meter persegi. Diperkirakan jika landasan pacu diperpanjang lagi, Bandara Komodo dapat melayani pesawat-pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Airbus A330-300 atau Boeing 777.
#bandara-komodo #bandara-komodo-labuan-bajo #bandara-komodo-dikelola-asing