Menjaga Kepatutan Halaman all

Menjaga Kepatutan Halaman all

Seorang pemimpin harus menetapkan batasan yang jelas tentang apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan dengan posisinya Halaman all

(Kompas.com) 07/09/24 12:00 14925868

PENDIRI dan mantan Chief Executive Officer WeWork, Adam Neumann, mengubah industri penyewaan ruang kantor dengan konsep coworking space yang modern dan fleksibel.

Neumann dikenal karismatik dan visioner, mampu memikat karyawan, investor, dan mitra bisnis dengan misinya “mengubah dunia.”

WeWork bukan sekadar perusahaan penyewaan ruang kantor, melainkan sebuah “komunitas global” yang mengubah cara orang bekerja dan hidup.

Neumann sangat selektif dalam merekrut anggota tim awal WeWork, memastikan nilai dan budaya perusahaan dijalankan dengan semangat.

Kantor-kantor WeWork dirancang untuk mendukung kreativitas dan kolaborasi, dengan tujuan agar setiap anggota tim merasa termotivasi.

WeWork pun tumbuh pesat. Valuasinya mencapai hampir 47 miliar dollar AS pada 2019.

Namun, pertumbuhan itu diiringi dengan struktur kekuasaan yang sangat terpusat. Neumann sering mengambil keputusan besar tanpa konsultasi dengan tim manajemen atau dewan direksi sehingga menciptakan lingkungan dengan transparansi dan akuntabilitas minim.

Ketika masalah keuangan muncul, antusiasme karyawan beralih menjadi skeptisisme. Setelah kegagalan Penawaran Publik Perdana (IPO) dan tekanan dari investor utama, seperti SoftBank, Neumann akhirnya mundur dari jabatannya sebagai CEO, menandai akhir dari era kepemimpinannya.

Transisi dari kejayaan hingga kejatuhan Neumann di WeWork menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat memabukkan. Ia mengabaikan elemen-elemen penting, seperti tata kelola, integritas, dan etika.

Studi menunjukkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin rendah tingkat empati yang dimilikinya.

Dalam sebuah penelitian, partisipan yang menempatkan diri mereka pada posisi tinggi karena membandingkan dengan yang lebih lemah, kurang akurat dalam memahami emosi orang lain. Perasaan berkuasa membuat mereka kurang peka terhadap emosi orang lain.

Bagaimana kita mengharapkan para pejabat memiliki empati terhadap rakyat yang kesulitan jika mereka hidup dalam kemewahan? Bagaimana pemimpin menyadari kesulitan karyawan dengan macet, panas, dan hujan jika selalu berada dalam kenyamanan?

Integritas tidak cukup ditangani dengan surel tahunan atau buku panduan karyawan. Eks Chief Ethics Officer Airbnb, Robert Chesnut, mengatakan bahwa integritas harus dicek berulang-ulang dan ditekankan dalam setiap kesempatan.

Dok EXPERD Eileen Rachman.

Seorang pemimpin harus menetapkan batasan yang jelas tentang apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan dengan posisinya. Transparansi dalam pengambilan keputusan dan pelaporan keuangan penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Pemimpin beretika selalu mempertimbangkan dampak keputusan mereka terhadap pemangku kepentingan. Mereka harus memastikan bahwa semua anggota organisasi memahami dan mematuhi standar etika.

Pemimpin harus siap melakukan "hal yang benar," bahkan jika itu tampaknya merugikan bisnis dalam jangka pendek. Apakah Anda siap menolak proyek menggiurkan yang menuntut karyawan melanggar keyakinan profesional mereka?

Konflik kepentingan adalah salah satu penyebab utama kolusi dan penyalahgunaan kekuasaan. Kebijakan yang jelas tentang pengungkapan kepentingan pribadi dan penanganan konflik kepentingan dapat mencegah situasi ini.

Pelanggaran etika harus diselidiki dengan konsekuensi yang adil, tanpa pengecualian bagi pemimpin atau anggota tim berprestasi tinggi. Menyediakan transparansi dalam proses dapat membangun kepercayaan dan memastikan karyawan merasa nyaman melaporkan masalah.

Memang benar bahwa integritas saja tidak akan membuat Anda menjadi seorang pemimpin, tetapi tanpa integritas, Anda tidak akan pernah menjadi seorang pemimpin.” – Zig Zigla

#pemimpin #integritas #wework #kekuasaan #airbnb

https://money.kompas.com/read/2024/09/07/120038826/menjaga-kepatutan?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner