IHSG Jatuh Gara-gara Tekanan Sentimen Eksternal

IHSG Jatuh Gara-gara Tekanan Sentimen Eksternal

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini jatuh gara-gara tekanan sentimen eksternal, apa itu? - Halaman all

(InvestorID) 09/09/24 13:08 14940293

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 64,6 poin (0,84%) ke level 7.657,2 pada penutupan sesi I, Senin (9/9/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini jatuh gara-gara tekanan sentimen eksternal, apa itu?

Pilarmas menjelaskan, dari eksternal, pelaku pasar indeks saham Asia di zona merah yang tampaknya pasar bereaksi seiring dengan rilis data ekonomi dari Amerika Serikat (AS), China dan Jepang. Dari AS dimana pasar tampaknya mempertimbangkan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang beragam.

Menurut Pilarmas, data change in nonfarm payrolls naik dari sebelumnya 89 ribu menjadi 142 ribu dan unemployment rate turun dari sebelumnya 4,3% menjadi 4,2%. Alhasil, laporan data ekonomi tersebut akan sebagai bahan pertimbangan The Fed terkait pemangkasan suku bunga acuannya.

“Dengan demikian, pasar menyikapi hal tersebut dalam beberapa hari kedepan volatilitas pasar masih terjadi seiring menanti keputusan dari The Fed mengenai langkah kebijakan moneternya selanjutnya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (9/9/2024).

Sebelumnya Presiden the Fed New York John Williams mengatakan, pemangkasan suku bunga akan membantu menyeimbangkan pasar tenaga kerja. Gubernur the Fed Christopher Waller menambahkan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai penurunan.

“Selanjutnya pasar menanti data inflasi AS pekan ini, yang dapat menawarkan wawasan penting menjelang keputusan suku bunga The Fed bulan ini dan berpotensi mempengaruhi prospek kebijakan moneter global,” papar Pilarmas.

Data China

Sementara dari China, Pilarmas menyebut, pasar beraksi rilis data inflasi tahunan China naik tipis menjadi 0,6% pada Agustus 2024 dari 0,5% pada Juli, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 0,7%. Harga produsen China menyusut 1,8% yoy pada Agustus 2024, lebih tajam dari penurunan 0,8% pada bulan sebelumnya dan lebih buruk dari perkiraan pasar sebesar 1,4%.

“Ini menandai deflasi produsen selama 23 bulan berturut-turut dan angka tertinggi sejak April, karena permintaan domestik yang terus melemah dan tren penurunan beberapa harga komoditas global,” jelas Pilarmas.

Sementara dari dalam negeri, lanjut Pilarmas, IHSG hari ini tertahan di zona merah disaat optimisme konsumen akan ekonomi dalam negeri hal ini di latar belakangi setelah Bank Indonesia (BI) dalam surveinya menunjukan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2024 sebesar 124,4, lebih tinggi dibandingkan 123,4 pada bulan sebelumnya.

“Sehingga ini dapat memberikan gambaran bagaimana optimistis keyakinan konsumen akan ekonomi dalam negeri meningkat. Dan juga penurunan ditopang dari pelemahan terjadi pada saham-saham dengan kapitalisasi besar,” ucap Pilarmas.

Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar VOKS, CINT, MLPT, GPSO, DIVA. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar GEMA, ALKA, BINO, SILO, KOPI.

Pilarmas merekomendasikan saham INKP untuk perdaganan di sesi II. “Kami merekomendasikan INKP buy dengan support dan resistance di level 8.150 – 8.700,” tutup Pilarmas. 

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-hari-ini #indeks-harga-saham-gabungan #penyebab-ihsg #sentimen-ihsg #sentimen-eksternal-ihsg #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #pilarmas #data-china #rekomen

https://investor.id/market/372857/ihsg-jatuh-garagara-tekanan-sentimen-eksternal