Gas Melon di Solo Langka, Pertamina Tambah Pasokan 58.000 Tabung
Masyarakat Solo mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon. Pertamina telah menambah pasokan, namun kelangkaan masih terjadi. Halaman all
(Kompas.com) 09/09/24 14:38 14940331
SOLO, KOMPAS.com - Liquified petroleum gas (elpiji) 3 kg atau gas melon langka di tingkat pengecer Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Menangani kelangkaan ini, Pertamina menambahkan pasokan hingga 58.000 tabung gas melon.
Distribusi tabung gas ini menyebar di Pangkalan Penjualan Elpiji 3 Kg Kota Bengawan, sejak Jumat (6/9/2024) hingga Senin (9/9/2024).
Sekretaris Hiswana Migas Kota Solo, Agustinus Aditya menjelaskan, 58.000 tabung gas itu disalurkan di 2.000-an pangkalan dan di luar alokasi normal.
"Untuk per pangkalan berapa beda-beda ya, tergantung kekuatan dari pangkalan. biasanya antara 10 sampai 50 tabung," kata Agustinus Aditya, pada Senin (9/9/2024).
Dia juga membenarkan bahwa kelangkaan terjadi di tingkat pengecer.
Kelangkaan tabung melon diakibatkan dari pembatasan pemberian kuota kepada pengecer, dari 20 pesen, menjadi 10 persen.
"Tujuannya agar lebih tepat sasaran. Jadi ketika kemarin sempat mengeluh gas langka, berarti mereka belinya di tingkat pengecer, bukan di pangkalan," jelasnya.
Sebab, saat ini pembelian elpiji 3 kg harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP), mengingat elpiji jenis ini mendapat subsidi pemerintah.
Sehingga, masyarakat diminta untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu sebelum mereka bisa membeli elpiji 3 kg.
"Sebenarnya masyarakat bisa langsung beli gas di pangkalan. Syaratnya pun mudah, tinggal bawa KTP, dari sisi harga juga lebih murah dibandingkan di tingkat pengecer," jelasnya.
Pendistribusian tabung gas ini, seperti dilaksanakan di Pangkalan Jalan Teratai No 35 RT 02 RW 14, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari.
Pemilik Pangkalan, Muntasir, menjelaskan beberapa hari lalu, banyak orang baru yang datang membeli gas dari pangkalannya.
"Kalau disini tidak ada kelangkaan ya. Masih aman, cuma memang beberapa hari kemarin, banyak orang baru yang beli gas di sini. Mungkin biasanya beli dipengecer atau pangkalan lain," jelasnya.
Muntasir menjelaskan pengiriman terhadap pangkalannya dijadwalkan seminggu tiga kali. Sekali pengiriman dirinya mendapat jatah 45 tabung.
Meski ada pembeli baru, Muntasir mengaku tidak mengajukan penambahan kuota alokasi.
"Karena kan tidak mungkin orang beli gas setiap hari. Rata-rata pembeli saya itu rumah tangga, jadi baru beli gas seminggu sekali, atau dua minggu sekali," jelasnya.
#solo #gas-melon-langka #berita-jateng #beli-gas-melon-solo #gas-melon-solo-langka