Indonesia Vs Australia: Socceroos Trauma Parkir Bus, Sistem 5 Bek STY Disorot

Indonesia Vs Australia: Socceroos Trauma Parkir Bus, Sistem 5 Bek STY Disorot

Blok pertahanan timnas Indonesia racikan Shin Tae-yong benar-benar menjadi perhatian timnas Australia.

(Kompas.com) 09/09/24 22:00 14944008

KOMPAS.com - Blok pertahanan timnas Indonesia racikan Shin Tae-yong benar-benar menjadi perhatian timnas Australia.

Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menyajikan partai Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara timnas Indonesia vs Australia.

Laga Indonesia vs Australia akan dilangsungkan pada Selasa (10/9/2024) pukul 19.00 WIB.

Timnas Indonesia menuju duel melawan Australia dengan modal positif berupa raihan hasil seri 1-1 dari markas Arab Saudi.

Pada laga pertama Grup C, timnas Indonesia arahan Shin Tae-yong tampil disiplin dan tak memberikan banyak ruang buat Arab Saudi asuhan Roberto Mancini.

Kala itu, Shin Tae-yong menggeber pakem 3-4-3 yang bertransformasi menjadi 5-4-1 pada fase defensif.

Blok lima pemain bertahan racikan STY membuat Arab Saudi cukup kesulitan menciptakan kans konkret mencetak gol, terutama pada babak pertama.

Sepanjang 45 menit pertama melawan Arab Saudi, timnas Indonesia hanya mengizinkan sang lawan membuat empat tembakan, dengan satu di antaranya tepat sasaran.

“Kami nyaris selalu punya lima pemain belakang dalam fase bertahan. Namun, dalam fase menyerang kami bermain dengan tiga bek. Kami bisa memanfaatkan bek sayap kami,” kata Shin Tae-yong usai laga versus Arab Saudi.

“Salah satu alasan kenapa kami menunjukkan performa bagus melawan Arab Saudi adalah para penyerang mau membantu dalam fase bertahan tim dengan bagus dan rela," tutur Shin Tae-yong menjelaskan pilihan taktiknya.

Membongkar blok pertahanan rapat masih menjadi sebuah tantangan untuk Australia.

Ketika kalah 0-1 dari Bahrain pada laga pertama Grup C, Socceroos seperti kehilangan akal untuk menembus benteng yang dibangun Bahrain.

Kendati mencatat 71 persen penguasaan bola, Australia terhitung hanya 20 kali menguasai bola di kotak penalti Bahrain.

"Mereka (Bahrain) jelas parkir bus, mereka menempatkan enam pemain di belakang, dan mereka unggul jumlah pemain," kata pelatih Australia, Graham Arnold, dikutip dari The Age, menyorot fakta timnya yang harus menutup duel kontra Bahrain dengan 10 pemain.

Australia sadar mereka mesti lebih baik dalam membongkar taktik "parkir bus" atau pertahanan berlapis musuh.

Sebab, timnas Indonesia racikan STY juga terbukti mampu menampilkan permainan defensif alot, disertai gebrakan melalui transisi cepat.

"Kami telah melihat mereka bermain dengan formasi 5-4-1, semacam blok pertahanan. Mereka memiliki beberapa pemain cepat yang mencoba memukul kami melalui serangan balik dan menjadi berbahaya ketika menyerang, memukul kami saat kami tidak siap,” ujar bek timnas Australia, Alessandro Circati, soal pendekatan taktik Indonesia.

“Tetapi kami akan memastikan hal itu tidak terjadi besok malam. Kami harus mencoba menemukan ruang, menarik mereka keluar, dan memindahkan mereka ke area di mana mereka tidak nyaman bermain."

"Menemukan celah, menjadi kreatif, dan menciptakan peluang untuk mencetak gol,” ujar bek Parma itu menjelaskan, dilansir dari situs resmi Socceroos.

#timnas-indonesia-vs-australia #shin-tae-yong #kualifikasi-piala-dunia-2026

https://bola.kompas.com/read/2024/09/09/22000038/indonesia-vs-australia--socceroos-trauma-parkir-bus-sistem-5-bek-sty-disorot